| dc.description.abstract | Latar belakang: Bakteri yang mampu membentuk biofilm, seperti Staphylococcus aureus, dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan infeksi yang persisten. Ekstrak etanol rumput gong (Eriocaulon cinereum R.Br.) mengandung flavonoid dan fenolik yang diduga bertanggung jawab sebagai antibakteri dan antibiofilm. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti aktivitas antibakteri dan penghambatan pembentukan biofilm dari ekstrak etanol rumput gong (Eriocaulon cinereum R.Br.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Metode: Nilai KHM dan KBM ekstrak ditentukan dengan metode mikrodilusi. Kemampuan ekstrak dalam menghambat pembentukan biofilm bakteri ditentukan dengan metode crystal violet microtiter plate assay. Kandungan senyawa dalam ekstrak diidentifikasi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis.
Hasil: Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak etanol rumput gong (Eriocaulon cinereum R.Br.) mengandung terpenoid, fenolik, dan flavonoid. Hasil uji antibakteri menunjukkan ekstrak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan KHM sebesar 32 mg/mL dan KBM sebesar 128 mg/mL. Hasil uji antibiofilm juga menunjukkan ekstrak dapat menghambat pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus >50% dengan ICso sebesar 13,69 mg/mL. Kesimpulan: Ekstrak etanol rumput gong (Eriocaulon cinereum R.Br.) mengandung senyawa terpenoid, fenolik, dan flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus. | en_US |