Pengaruh Ekstrak Daun dan Batang Ciplukan (Physalis Angulata L.) terhadap Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Hepar Tikus Galur Wistar yang Diinduksi Dislipidemia
Abstract
Latar Belakang: Dislipidemia dapat menyebabkan gangguan fungsi hepar, yaitu perlemakan hepar yang berakibat pada peningkatan radikal bebas dan penurunan superoksida dismutase (SOD) hepar. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan preventif dengan menggunakan ekstrak tumbuhan alami, yaitu ekstrak daun dan
batang ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung senyawa flavonoid dan bersifat antioksidan untuk menurunkan radikal bebas dan meningkatkan SOD hepar.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh ekstrak daun dan batang ciplukan terhadap kadar SOD hepar tikus galur wistar yang diinduksi dislipidemia.
Metode Penelitian: Penelitian true experimental ini menggunakan post-test randomized control group design. Sebanyak 24 tikus dirandomisasi menjadi 4 kelompok. Tiap kelompok diberikan induksi dislipidemia (kuning telur dan PTU 0,01%) dan intervensi secara bersamaan selama 6 minggu. Kelompok kontrol negatif tidak diberikan terapi, kelompok kontrol positif diberikan simvastatin 0,18mg/200gBB. Ekstrak daun dan batang ciplukan dengan dosis 400mg/kgBB dan 800mg/kgBB, berturut – turut diberikan pada kelompok A dan B. Organ hepar dilakukan pengukuran kadar SOD hepar dengan metode spektrofotometri. Analisis data menggunakan uji statistik ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Rerata kadar SOD hepar berturut turut yaitu 15,76±7,42% (K-); 64,94±5,72% (K+); 33,45±5,83% (A); dan 58,79±5,10% (B). Sedangkan, kadar normal SOD hepar pada tikus adalah 59.61±6.11. Hasil uji post hoc menunjukkan tidak ada perbedaan antara kelompok simvastatin dan kelompok perlakuan (p=0,000).
Kesimpulan: Adanya pengaruh ekstrak daun dan batang ciplukan (Physalis angulata L.), berupa peningkatan kadar superoksida dismutase (SOD) hepar tikus galur wistar induksi dislipidemia.
Collections
- Medical Education [2954]
