Pengaruh Paparan Rokok dan Vape terhadap Histopatologi Ginjal Tikus yang Diinduksi High Fat Diet
Abstract
Latar Belakang: Gagal ginjal kronis merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Gagal ginjal memiliki kemungkinan mortalitas dan morbiditas yang tinggi karena berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Faktor risiko utama dari terjadinya penyakit tersebut adalah disebabkan oleh pola hidup, yaitu mengonsumsi makanan tinggi lemak, kurang berolahraga, serta kebiasaan merokok baik menggunakan rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vape. Perkembangan gagal ginjal akibat beberapa faktor risiko tersebut dapat diamati melalui perubahan struktur
histomorfologi ginjal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh rokok dan vape terhadap histopatologi ginjal tikus Rattus norvegicus yang diinduksi high-fat diet.
Metode Penelitian : Penelitian dilakukan menggunakan metode true experimental dengan desain post-tes only randomized control group. Sampel tikus yang digunakan sebanyak 27 ekor yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok induksi HFD, kelompok induksi HFD dan rokok, serta kelompok
induksi HFD dan vape. Induksi hfd yang digunakan berupa campuran kuning telur dan minyak kelapa sawit teroksidasi. Dosis nikotin yang digunakan baik di kelompok rokok maupun vape adalah 12 mg/sehari. Penelitian dilakukan selama 7 minggu. Setelah tikus diterminasi, dilakukan pengamatan histopatologi jantung
menggunakan mikroskop.
Hasil: Seluruh kelompok penelitian menunjukkan gambaran histologi berupa glomerulus normal tanpa sklerosis. Gambaran tubulus renalis menunjukkan sel-sel epitel rapat tanpa degenerasi maupun nekrosis. Selain itu juga tidak ditemukan adanya gambaran inflamasi.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh rokok dan vape dengan dosis nikotin 12 mg/hari dalam kurun waktu 6 minggu terhadap histopatologi ginjal tikus yang diinduksi HFD.
Collections
- Medical Education [2860]
