Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)
Abstract
Latar belakang: Senyawa aktif xanthorrhizol mampu menghambat pertumbuhan bakteri (MRSA) yang resisten terhadap metisilin. Uji aktivitas antibiofilm ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) masih ditemukan sedikit dalam pengujiannya terhadap bakteri dan belum pernah dilakukan pada Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antibiofilm ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap bakteri (MRSA). Metode: Tanaman temulawak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Tahap berikutnya dilakukan identifikasi senyawa kurkumin KLT menggunakan fase gerak kloroform p dan metanol p. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri terhadap bakteri MRSA dengan metode mikrodilusi cair untuk mengetahui penentuan KHM dan KBM. Kemudian dilakukan uji penghambatan biofilm dengan metode microtiter plat assay dan absorbansi larutan pada panjang gelombang 570 nm.
Hasil: Hasil ekstrak kental didapatkan 24,7969 g dengan rendemen sebesar 8,265%. Pada hasil identifikasi senyawa kurkumin KLT didapatkan nilai HRf untuk spot standar kurkumin dan sampel ekstrak diantaranya spot 1, 2, 3 yaitu (43,75); (77,5); dan (95). Bahwa ekstrak rimpang temulawak dinyatakan mengandung senyawa kurkumin. Hasil pengujian antibiofilm ekstrak rimpang temulawak dan antibiotik siprofloksasin bakteri MRSA masing-masing memiliki nilai ICso 60,63 ppm dan 0,34 ppm.
Kesimpulan: Ekstrak rimpang temulawak mempunyai potensi antibiofilm terhadap bakteri MRSA dilihat dari nilai IC50.
Collections
- Pharmacy [1902]
