Pengaruh Kombinasi Ekstrak Kurkumin dengan Simvastatin terhadap Kadar Glukosa Darah pada Rattus Norvegicus yang Diinduksi Hiperlipidemia
Abstract
Latar Belakang: Hiperlipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar lipid tubuh. Adanya peningkatan kadar lipid tubuh dapat menyebabkan hiperglikemia. Salah satu parameter hiperglikemia yaitu dengan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa. Kurkumin memiliki efek antihiperlipidemia, antidiabetes, serta antioksidan. Simvastatin merupakan obat terapi lini pertama hiperlipidemia. Akan tetapi, perlu mempertimbangkan efek samping yang dapat muncul dari pemberian obat.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode post-test control group design. Kelompok perlakuan diinduksi diet tinggi lemak dengan kuning telur puyuh selama 2 minggu dan diberi intervensi kurkumin, simvastatin serta kombinasi keduanya. Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan blood glucose test meter “Nesco
® GCU”. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis Test.
Hasil: Hasil pengukuran kadar glukosa darah puasa diperoleh rerata (mg/dl) K1 (120,80 ± 30,67), K2 (166,80 ± 15,49), K3 (127,80 ± 43,78), K4 (156,20 ± 46,54), K5 (140,60 ± 18,75). Hasil analisis diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,194).
Kesimpulan: Kombinasi kurkumin dan simvastatin tidak lebih baik daripada tanpa kombinasi dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa tikus yang diinduksi hiperlipidemia menggunakan kuning telur puyuh.
Collections
- Medical Education [2954]
