| dc.description.abstract | Latar Belakang: Serumen tidak perlu dibersihkan karena secara fisiologis telinga memiliki mekanisme pembersihan diri sendiri melalui proses migrasi epitel yang dibantu oleh pergerakan rahang. Namun, mekanisme pembersihan ini dapat terganggu sehinga serumen akan terakumulasi di saluran telinga. Perilaku self ear cleaning telah menjadi kebiasaan umum di lingkungan masyarakat dunia. Alat bantu yang paling sering digunakan untuk kegiatan ini adalah cotton bud. Kebiasaan ini apabila terus berlanjut maka dapat menimbulkan berbagai gejala dan komplikasi, salah satunya otitis eksterna.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang self ear cleaning menggunakan cotton bud pada sekelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia angkatan 2019.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif analitik, dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner secara online menggunakan google form kepada mahasiswa/i Fakultas Kedokeran Universitas Islam Indonesia angkatan 2019. Besaran sampel adalah 62 orang.
Hasil: Dari 62 responden, mayoritas merupakan pengguna cotton bud yaitu sebanyak 52 responden (82,3%). Hasil gambaran pengetahuan pada responden penelitian ini sebesar 98,4% memilki pengetahuan yang baik. Gambaran sikap pada responden penelitiannya juga memilki hasik yang baik dengan total skor adalah 1.472. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap self ear cleaning menggunakan cotton bud pada penelitian ini.
Kesimpulan: Gambaran pengetahuan dan sikap responden penelitian adalah baik. Secara statistik tidak didapatkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang self ear cleaning dengan penggunaan cotton bud pada responden dan tindakan penggunaan cotton bud pada penelitian ini adalah baik karenakan hanya 16,1% responden yang mengalami komplikasi. | en_US |