Show simple item record

dc.contributor.authorLusiana, Gina
dc.date.accessioned2025-01-17T03:15:31Z
dc.date.available2025-01-17T03:15:31Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54437
dc.description.abstractLatar belakang: Biosintesis nanopartikel perak merupakan tahapan penting dalam pengembangan nanoteknologi. Biosintesis menggunakan ekstrak buah parijoto (Medinilla Speciosa) yang berperan sebagai bioreduktor mampu mereduksi penggunaan bahan kimia yang berlebihan sehingga dapat mengurangi efek toksik ketika digunakan serta ramah lingkungan karena tidak mengandung senyawa berbahaya. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi biosintesis nanopartikel perak dari ekstrak etanol buah parijoto (medinilla speciosa) dengan Box Behnken Design dan mengetahui karakteristik nanopartikel perak dengan formula optimal dari ekstrak etanol buah parijoto (medinilla speciosa). Metode: Penelitian dimulai dengan pembuatan ekstrak etanol 96% dengan metode maserasi, formula optimasi yang diperoleh menggunakan Box Behnken Design dengan design expert. Variabel yang digunakan konsentrasi ekstrak, waktu sonikasi, dan pulser dan respon berupa ukuran partikel, Indeks Polidispersitas (PI), dan zeta potensial. kemudian dilakukan analisis karakterisasi nanopartikel perak. Hasil Biosintesis nanopartikel perak dari ekstrak etanol buah parijoto (Medinilla Speciosa) menggunakan Box Behnken Design diperoleh formula optimal dengan konsentrasi 1%, waktu sonikasi 6 menit dan pulser 50 dengan prediski respons ukuran partikel sebesar 98 nm, PI sebesar 0,209 dan zeta potensial sebesar -31 mV. Setelah pengujian menggunakan PSA pada formula optimal diperoleh ukuran partikel sebesar 70 nm, PI sebesar 0,368 dan zeta potensial -16 mV, sehingga diperoleh tingkat kemiripan dengan prediksi respons yaitu ukuran partikel 71%, PI 56% dan zeta potensial 51%. Hasil karakterisasi nanopartikel perak pada formula optimal secara visual diperoleh pada jam ke-48 terbentuknya nanopartikel perak dengan adanya perubahan warna menjadi kuning kecoklatan. Hasil pengukuran spektrofotomeret UV-VIS panjang gelombang serapan maksimum sebesar 422,0 nm, dengan absorbansi sebesar 0,146. Pengujian FTIR menunjukkan terdapat gugus -OH dan C=O yang mendakan adanya gugus flavonoid. Morfologi nanopartikel perak berbentuk bulat dengan ukuran partikel 20-50 nm. Kesimpulan: Formula optimal sediaan nanopartikel perak menggunakan BBD dengan formula optimal dengan konsentrasi ekstrak 1%, waktu sonikasi 6 menit dan pulser 50 yang dibuat memiliki tingkat kemiripan dengan prediksi lebih dari 50% dengan hasil karakterisasi yang sesuai dengan nanopartikel perak.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBuah Parijoto (Medinilla Speciosa)en_US
dc.subjectGreen Syntesisen_US
dc.subjectNanopartikel Peraken_US
dc.subjectOptimasien_US
dc.titleOptimasi dan Karakterisasi Nanopartikel Perak dari Ekstrak Etanol Buah Parijoto (Medinilla Speciosa) dengan Box Behnken Designen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20613087


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record