| dc.description.abstract | Latar Belakang: Biosintesis dipilih sebagai metode untuk pembentukan nanopartikel karena merupakan metode yang sederhana, cepat, tidak beracun dan ramah lingkungan. Nanopartikel perak yang dibuat menggunakan metode biologi menunjukan hasil kelarutan dan stabilitas yang tinggi juga reaktivitas kimia rendah dibandingkan dengan logam lain. Parijoto (Medinilla speciosa blume) mengandung metabolit sekunder flavonoid salah satunya antosiasin yang dapat membantu sebagai bioreduktor pembentukan nanopartikel perak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi nanopartikel perak dari ekstrak etanol buah parijoto (Medinilla speciosa blume) menggunakan Central Composite Design (CCD) dan mengkaji karakterisasi sediaan yang telah di optimasi.
Metode: Biosintesis nanopartikel perak dilakukan dengan mencampur ekstrak etanol 70% buah parijoto dengan AgNO3 menggunakan metode maserasi kemudian dilakukan optimasi formula yang diperoleh dari CCD dengan bantuan software design expert. Selanjutnya dilakukan karakterisasi nanopartikel perak. Hasil: Biosintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak etanol 70% buah parijoto (Medinilla speciosa Blume) dengan CCD didapatkan formula optimal dengan konsentrasi ekstrak 1%, waktu sonikasi 6 menit, dan pulser 30 dengan perkiraan ukuran partikel 95,69 nm, PI 0,513 dan zeta potensial -32,9. Data tersebut menjadi acuan untuk menghasilkan formula optimal baru dengan bantuan PSA, diperoleh ukuran partikel 81,97 nm, PI 0,321 dan zeta potensial - 20,2 dengan hasil validitas dari model yang dibuat yaitu ukuran partikel sebesar 85%, PI 62% dan zeta potensial 61%. Karakterisasi nanopartikel perak pada pengamatan secara visual formula optimal terlihat perubahan warna menjadi kecoklatan pada jam ke-48. Pengukuran spektrofotometer didapatkan serapan panjang gelombang maksimum 437 nm dengan absorbansi 0,208. Analisis FTIR didapatkan serapan senyawa O-H dan C=O yang merupakan gugus fungsi flavonoid. Morfologi nanopartikel perak didapatkan hasil berbentuk hampir bulat.
Kesimpulan: Persentase kemiripan model berdasarkan CCD dengan formula yang dibuat yaitu diatas 70%. Formula optimal yang dibuat berdasarkan model memiliki karakteristik nanopartikel perak. | en_US |