Pengaruh Variasi Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Tanin dalam Ampas Kopi
Abstract
Ampas kopi merupakan limbah hasil seduhan tumbuhan kopi yang jarang dimanfaatkan dengan baik dan seringkali dibuang begitu saja. Terdapat senyawa tanin dalam limbah ampas kopi yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas dan hasil rendemen pada variasi eksrtaksi ampas kopi serta mengetahui kadar tanin melalui metode uji prussian blue secara kualitatif dan kuantitatif. Variasi metode ekstraksi yang digunakan berupa ekstraksi maserasi selama 6 hari pada suhu ruang, refluks, dan soxhletasi dengan suhu 75 selama 4 jam menggunakan limbah ampas kopi pada masing-masing variasi sebesar 15 g serta pelarut etanol p.a 96% sebanyak 200 mL pada parameter uji waktu optimum menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengujian pada hasil ekstrak untuk mengetahui kadar tanin yang terkandung menggukan metode uji prussian blue secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis pada interval panjang gelombang maksimal 600-800 nm. Hasil rendemen yang diperoleh dari variasi ekstraksi maserasi, refluks, soxhletasi secara berurutan sebesar 14,855; 17,184; dan 26,606%. Pengujian secara kualitatif menggunakan metode uji prussian blue menunjukan adanya perubahan warna pada larutan ekstrak limbah ampas kopi melalui ekstraksi maserasi, refluks, dan soxhletasi secara berurutan menjadi warna biru muda, biru tua, dan biru kehitaman akibat penambahan pelarut kompleks biru prusi. Pengujian hasil dari variasi metode ekstraksi maserasi, refluks, dan soxhletasi limbah ampas kopi melalui metode uji prussian blue secara kuatitatif menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis double beam pada panjang gelombang maksimal 700 nm menghasilkan persentase berat senyawa tanin terhadap ampas kopi secara berurutan sebesar 0,5682; 6,9113; dan 8,332% (b/b)
Collections
- Chemistry [753]
