| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dismenore merupakan rasa nyeri yang dirasakan sebelum atau selama menstruasi. Menurut World Health Organization (WHO) 90% wanita mengalami dismenore dalam setiap siklus menstruasinya. Meskipun demikian masih banyak remaja yang kurang mengetahui tentang upaya penanganan dismenore. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang dismenore. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan, sikap berupa perawatan mandiri yang telah dilakukan, dan profil dismenore pada mahasiswi di Universitas wilayah Sleman Yogyakarta
Metode: Studi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner secara face to face. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sebanyak 200 responden. Pengolahan data menggunakan SPSS 26 berupa analisis univariat dan bivariat
Hasil: Sebanyak 86% responden mahasiswi Sleman Yogyakarta mengalami dismenore. Keluhan paling banyak dirasakan sebelum menstruasi berupa gangguang psikis 76,5% sementara pada saat menstruasi paling banyak berupa nyeri perut sebanyak 77%. Parawatan mandiri yang paling banyak dilakukan berupa mengurangi stress, mengkonsumsi jamu dan menggunakan obat yang dijual di apotek atau warung seperti paracetamol dan kombinasi hyosciami dan paracetamol. Sebanyak 85% mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 55% mahasiswi memiliki sikap yang baik dalam pengatasan dismenore. Kesimpulan: Usia menarke memberikan pengaruh signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswi. Tingkat pengetahuan memberikan pengaruh signifikan pada sikap mahasiswi. Perawatan mandiri yang dilakukan berupa mengurangi stress, mengkonsumsi sayur dan buah, dan mengkonsumi jamu kunyit
asam. | en_US |