• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Metode Construction Safety Analysis (CSA) untuk Pekerjaan Dinding Geser pada Proyek Pembangunan Universitas Nahdatul Ulama

    Thumbnail
    View/Open
    18511091.pdf (2.192Mb)
    Date
    2023
    Author
    Syafaat, Azizan Dian
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Semakin berkembangnya pembangunan di Indonesia mengakibatkan semakin dibutuhkannya tenaga kerja konstruksi yang banyak, akan tetapi beberapa proyek belum menerapkan sistem K3 yang telah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri nomor 10 Tahun 2021 yang mengatur tentang pedoman Sstem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Dalam SMKK, terdapat Construction Safety Analysis (CSA) merupakan Teknik yang memfokuskan pada tugas-tugas pekerjaan sebagai sarana untuk mendefinisikan bahaya sebelum terjadi insiden atau kecelakaan di tempat kerja. Fokus pada hubungan antara pekerja, tugas, alat, dan lingkungan kerja. Dalam penelitian ini, dilakukan pembuatan CSA pada pekerjaan dinding geser penahan untuk ruang lift proyek pembangunan kampus terpadu Universitas Nahdatul Ulama. Pembuatan CSA dilakukan secara observasi langsung di lapangan dalam mengidentifikasi urutan pekerjaan serta potensi bahaya yang dapat terjadi setiap urutan pekerjaan dinding geser penahan untuk ruang lift secara detail. Dengan berlandaskan pada hierarki pengendalian, peraturan pemerintah, saran juga verifikasi dari tenaga ahli. Hasil penelitian yang diperoleh berupa form CSA yang divalidasi SHE officer, jenis bahaya yang paling banyak ditemukan yaitu terjatuh dari ketinggian, tertindih material, tersengat aliran listrik, terluka akibat benda tajam, gagguan pernafasan, tertusuk, terjepit dan tersandung, peralatan rusak tidak dapat digunakan, material dan peralatan terjatuh. Pengendalian yang yang dilakukan, ditetapkan berdasarkan hierarki pengendalian bahaya. Yakni, eliminasi sumber bahaya, substitusi alat atau material yang tidak layak, merancang atau membuat area kerja yang aman untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya bahaya, penerapan prosedur baru, dan pemberian Alat Pelindung Diri (APD).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54429
    Collections
    • Civil Engineering [4722]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV