Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Persepsi terhadap Penyakit pada Penderita Bipolar
Abstract
Latar Belakang: Dukungan sosial merupakan salah satu bentuk terapi psikologis bagi penderita bipolar. Dukungan sosial dapat mempengaruhi pengetahuan penderita bipolar tentang penyakitnya sehingga dapat memberikan dampak pada persepsi terhadap penyakit yang saat ini dideritanya. Persepsi terhadap penyakit yang baik dapat meningkatkan periode tanpa gejala pada penderita bipolar.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan persepsi terhadap penyakit pada penderita bipolar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian merupakan anggota Komunitas Bipolar Bali yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan selama dua minggu. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPSS) dan Brief-Illness Perception Questionnaire yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang mendapatkan dukungan sosial dengan kategori sangat rendah 2 orang (6,7%), rendah 8 orang (26,7%), sedang 8 orang (26,7%), tinggi 11 orang (36,7%), dan sangat tinggi 1 orang (3,3%). Sedangkan subjek yang memiliki persepsi terhadap penyakit sebagai penyakit yang mengancam dengan kategorisasi sangat rendah 1 orang (3,3%), rendah 12 orang (40%), sedang 5 orang (16,7%), tinggi 10 orang (33,3%), dan sangat tinggi 2 orang (6,7%). Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan persepsi terhadap penyakit pada penderita bipolar dengan p-value = 0,000 (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan persepsi terhadap penyakit pada penderita bipolar.
Collections
- Medical Education [2954]
