| dc.description.abstract | Telah dilakukan penelitian tentang mekanisme proses biokoagulasi-flokulasi untuk mengolah air gambut. Biokoagulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dan biji durian (Durio zibethinus) dengan ukuran partikel 250 mesh. Karakterisasi biokoagulan dilakukan dengan analisis proksimat dan FTIR. Parameter biokoagulasi adalah variasi waktu pengadukan cepat dilakukan selama 5, 10, dan 15 menit dan pengadukan lambat dilakukan selama 15, 20, 25 dan 30 menit. Analisis pembentukan flok dilakukan dengan menggunakan mikroskop digital yang terhubung dengan komputer. Gambar flok yang terbentuk di foto dan dianaisis menggunakan perangkat lunak DinoCapture 2.0. Waktu optimum pengadukan cepat adalah 5 menit jumlah flok kecil yang terbentuk ±80 flok dengan ukuran (dibawah 0,4 mm), sedangkan pada waktu pengadukan lambat 30 menit jumlah flok yang terbentuk ±60 flok dengan ukuran (dibawah 0,4 mm). Hasil lain menunjukkan proses biokoagulasi-flokulasi dengan biji nangka pada waktu pengadukan optimum mampu menurunkan turbiditas, TDS, konsentrasi logam Fe, dan TOC masing-masing sebesar 24,10%; 4,65%; 86,49%; dan 10,10% seta meningkatkan intensitas cahaya menjadi 35,27% dan pH larutan menjadi 5,5. Sedangkan proses biokoagulasi-flokulasi dengan biji durian pada waktu pengadukan optimum mampu menurunkan parameter yang sama berturut-turut sebesar 78,92%; 11,16%; 66,87% dan 22% serta menaikkan intensitas cahaya menjadi 35,72% dan pH larutan menjadi 5,8. | en_US |