| dc.description.abstract | Latar Belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki angka kematian bayi yang cukup tinggi pada tahun 2019-2020, pada tahun 2019 mencapai 315 korban, sedangkan pada tahun 2020 mencapai 282 korban. BBLR merupakan penyebab utama angka kematian bayi menjadi. Kota Yogyakarta menempati urutan kedua dengan jumlah kasus BBLR terbanyak pada tahun 2020 (6,93%). Penyebab BBLR adalah rendahnya hemoglobin pada ibu hamil.Di Yogyakarta, rendahnya hemoglobin pada ibu hamil menempati urutan pertama dengan prevalensi 23,31%. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dilakukan analisis
hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta tahun 2020-2021.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif case-control dengan menggunakan data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2020-2021 dengan menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel minimal 148 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian adalah variabel bebas kadar hemoglobin pada ibu hamil dan variabel terikatnya adalah berat lahir bayi. Analisis univariat yaitu tabel distribusi frekuensi, dan analisis bivariat yaitu. Uji Chi square digunakan dalam analisis data.
Hasil: Hasil ibu hamil dengan kadar hemoglobin rendah sebesar 45,9% berbanding 54,1% dengan kadar hemoglobin normal. Ada hingga 50% bayi dengan berat badan rendah, sedangkan hingga 50% bayi memiliki berat badan yang cukup. Hasil uji chi-square prevalensi BBLR pada ibu hamil dengan hemoglobin rendah menunjukkan nilai p=0,000 dan nilai OR 7,435.
Kesimpulan: Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2020-2021 terdapat hubungan yang bermakna antara ibu hamil dengan kadar hemoglobin rendah dengan bayi berat lahir rendah. | en_US |