| dc.description.abstract | Minat terhadap olahraga balap di Indonesia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun
terakhir, dipengaruhi oleh popularitas serial dokumenter Drive To Survive yang mempopulerkan
Formula One (F1) di kalangan masyarakat luas. Namun, maraknya balapan liar di jalan raya menjadi
perhatian serius karena membahayakan keselamatan publik. Indonesia memiliki Sirkuit Internasional
Sentul di Bogor, sirkuit permanen pertama yang memenuhi standar Federation Internationale de
l’Automobile dan Federation Internationale de Motorcyclisme, meski fasilitasnya, terutama pada area
paddock dan grandstand, dinilai sudah ketinggalan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas pendukung di Sirkuit Sentul, termasuk
paddock, grandstand, dan area multifungsi, dengan mengadopsi pendekatan open plan. Pendekatan
ini mengutamakan integrasi, fleksibilitas, dan keterbukaan visual, sehingga sirkuit tidak hanya
berfungsi sebagai arena balap, tetapi juga sebagai ruang terbuka dinamis untuk komunitas dan
pengunjung. Desain modern ini diharapkan mendukung kompetisi balap internasional, menarik lebih
banyak ajang bergengsi seperti F1, serta memberikan dampak positif pada pariwisata dan ekonomi
negara.
Proses perancangan diawali dengan analisis tren global dalam desain sirkuit balap, termasuk studi
elemen utama seperti trek yang aman dan menantang, infrastruktur keselamatan, dan fasilitas
penonton yang optimal. Dengan revitalisasi Sirkuit Sentul, diharapkan fasilitas ini dapat
meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga balap, mendukung pengembangan atlet
berbakat, serta menjadi ikon baru olahraga balap di Indonesia. | en_US |