Hubungan Somatotype dengan Tingkat Kebugaran Pada Siswa Sekolah Sepak Bola di Kota Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang: Kebugaran merupakan faktor penting dalam performa atlet sepak
bola. Banyak faktor yang memengaruhi tingkat kebugaran, salah satunya
somatotype. Somatotype adalah klasifikasi morfologi tubuh yang mempengaruhi
kemampuan fisik dan memiliki dampak signifikan terhadap kebugaran dan
performa atlet. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap sepak bola
di Indonesia, telah banyak pembinaan sepak bola usia dini, salah satunya di kota
Yogyakarta. penelitian ini berfokus pada siswa sekolah sepak bola di kota
Yogyakarta yang masih dalam proses pembinaan. Temuan ini diharapkan
memberikan wawasan lebih dalam untuk meningkatkan prestasi sepak bola di
tingkat usia dini.
Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan somatotype dengan tingkat kebugaran
pada siswa sekolah sepak bola di Kota Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif tipe
observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian
merupakan siswa SSB Browidjoyo Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan merupakan
data primer berupa pengukuran antropometri heath-carter dan bleep test.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan sampel sejumlah 57 siswa. Karakteristik subjek
antara lain: 14 (24,6%) subjek endomorph, 18 (31,6%) subjek mesomorph, 17
(29,8%) subjek ectomorph, dan 8 (14,0%) subjek central. Untuk tingkat kebugaran:
3 (5,3%) subjek very poor, 13 (22,8%) subjek poor, 11 (19,3%) subjek fair, 12
(21,1%) subjek average, 10 (17,5%) subjek good, 6 (10,5%) subjek very good, dan
2 (3,5%) subjek excellent. Hasil analisis Fisher Test menunjukkan hubungan
somatotype dan tingkat kebugaran pada anak siswa sekolah sepak bola di kota
Yogyakarta bermakna dengan nilai p 0,012 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan somatotype dengan tingkat kebugaran pada
siswa sekolah sepak bola di kota Yogyakarta.
Collections
- Medical Education [2954]
