Kenaikan Berat Badan pada Pasien Tuberculosis (TBC) Paru dengan Pengobatan Fase Intensif di Puskesmas Banguntapan I
Abstract
Latar Belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang
disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Penularan penyakit TBC melalui
inhalasi dan menyerang sistem pernapasan terutama organ paru-paru, Daerah
Istimewa Yogyakarta menempati angka kejadian TBC yang cukup tinggi dengan
angka sebesar 2474 kasus. Kasus TBC di Kabupaten Bantul sendiri memiliki
angka kejadian 402 kasus, Kejadian TBC sering diikuti dengan penurunan berat
badan yang disebabkan karena inflamasi kronis yang terjadi pada pasien,
inflamasi tersebut dapat menurunkan kadar leptin pada tubuh dan meningkatkan
metabolisme tubuh yang berdampak pada penurunan nafsu makan. Pasien TBC
yang mendapatkan pengobatan fase intensif selama 2 bulan dapat memperbaiki
sel tubuh yang rusak akibat infeksi yang disebabkan oleh TBC itu sendiri.
Tujuan : Penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti dalam
mengembangkan wawasan terkait peningkatan berat badan pada pasien TBC
yang mendapatkan Pengobatan Fase Intensif.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan rancangan
Cross sectional menggunakan data sekunder dari Rekam Medis dari Puskemas
Banguntapan I DIY, sample mulai dari bulan Januari 2022 sampai bulan Juli 2024.
Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode total sampling. Analisis data
menggunakan analisis total sampling dan Uji Wilcoxon.
Hasil : Analisis data didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
pengobatan fase intensif dan peningkatan berat badan pada pasien TBC Paru.
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengobatan fase intensif
dan peningkatan berat badan pada pasien TBC Paru.
Collections
- Medical Education [2827]
