Show simple item record

dc.contributor.authorApriani, Ratna Agil
dc.date.accessioned2025-01-13T04:55:32Z
dc.date.available2025-01-13T04:55:32Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54332
dc.description.abstractData Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan dari nilai prevelansi stroke di Indonesia. Disebutkan jumlah total penderita stroke di Indonesia diperkirakan 500.000 setiap tahun dan sekitar 2,5% orang meninggal dunia. Sehingga pemenuhan mobilitas menjadi sebuah keharusan untuk memperoleh hidup yang layak. Namun hal tersebut sulit dirasakan oleh para penyandang stroke dengan belum mendapatkan jenis alat bantu atau Wheelchair Bed yang tepat dengan kebutuhan dan keterbatasan tertentu yang diharapkan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai perancangan ulang produk Wheelchair Bed yang dapat mengintegrasikan beberapa kebutuhan penyandang stroke terhadap penggunaan alat bantu. Sehingga para penyandang stroke dapat memperoleh mobilitas yang lebih layak dan dapat meningkatkan kepuasan pada penggunaan Wheelchair Bed. Perancangan perbaikan ini dilakukan dengan menggunakan metode Nigel Cross dengan teknis pengambilan data berupa wawancara, focus group discussion dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa rincian perbaikan yang perlu dilakukan ialah Wheelchair Bed perbaikan dibuat dengan sistem elektrik melalui bluetooth pada aplikasi smartphone, menambahkan bantalan busa pada bagian dudukan dan sandaran, menambahkan fitur speed setting pada aplikasi kendali Wheelchair Bed perbaikan, menggunakan konsep lipat pada beberapa bagian produk, lalu ukuran produk menyesuaikan pengukuran dengan populasi yang digunakan, ditambahkan adanya penggunaan seatbelt, dan material produk perbaikan yang digunakan ialah menggunakan besi galvanis pada bagian rangka dan lapisan kain vinil bahan anti air pada bagian bantalan. Setelah produk selesai dirancang, dilakukan pengujian terhadap Wheelchair Bed perbaikan untuk mengetahui persentase peningkatan pada rancangan yang dilakukan. Hasil diperoleh dengan Uji Wilcoxon ialah bahwa pada atribut dibuat modern elektrik, alas bantal lebih empuk, ringan, aman saat digunakan, mudah dibawa, ukuran produk yang sesuai, tambahan seatbelt dan material yang awet terjadi perbedaan secara signifikan baik peningkatan ataupun penurunan, sedangkan pada atribut mudah dibawa memiliki nilai penurunan yang tidak signifikan sehingga dianggap tidak terdapat perbedaan antara produk sebelumnya, dan terjadi. Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan secara berkelanjutan mengenai atribut ringan dan mudah dibawa, sehingga dapat meningkatkan nilai persepsi para pengguna.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectWheelchair Beden_US
dc.subjectRancangan Produken_US
dc.subjectNigel Crossen_US
dc.subjectQFDen_US
dc.subjectUji Wilcoxonen_US
dc.titleRancangan Perbaikan Wheelchair Bed Untuk Penyandang Stroke dengan menggunakan Metode Nigel Cross (Studi Kasus: Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22916006


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record