| dc.description.abstract | Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan dari nilai prevelansi
stroke di Indonesia. Disebutkan jumlah total penderita stroke di Indonesia diperkirakan
500.000 setiap tahun dan sekitar 2,5% orang meninggal dunia. Sehingga pemenuhan
mobilitas menjadi sebuah keharusan untuk memperoleh hidup yang layak. Namun hal
tersebut sulit dirasakan oleh para penyandang stroke dengan belum mendapatkan jenis
alat bantu atau Wheelchair Bed yang tepat dengan kebutuhan dan keterbatasan tertentu
yang diharapkan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai perancangan ulang
produk Wheelchair Bed yang dapat mengintegrasikan beberapa kebutuhan penyandang
stroke terhadap penggunaan alat bantu. Sehingga para penyandang stroke dapat
memperoleh mobilitas yang lebih layak dan dapat meningkatkan kepuasan pada
penggunaan Wheelchair Bed. Perancangan perbaikan ini dilakukan dengan menggunakan
metode Nigel Cross dengan teknis pengambilan data berupa wawancara, focus group
discussion dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa rincian
perbaikan yang perlu dilakukan ialah Wheelchair Bed perbaikan dibuat dengan sistem
elektrik melalui bluetooth pada aplikasi smartphone, menambahkan bantalan busa pada
bagian dudukan dan sandaran, menambahkan fitur speed setting pada aplikasi kendali
Wheelchair Bed perbaikan, menggunakan konsep lipat pada beberapa bagian produk, lalu
ukuran produk menyesuaikan pengukuran dengan populasi yang digunakan, ditambahkan
adanya penggunaan seatbelt, dan material produk perbaikan yang digunakan ialah
menggunakan besi galvanis pada bagian rangka dan lapisan kain vinil bahan anti air pada
bagian bantalan. Setelah produk selesai dirancang, dilakukan pengujian terhadap
Wheelchair Bed perbaikan untuk mengetahui persentase peningkatan pada rancangan
yang dilakukan. Hasil diperoleh dengan Uji Wilcoxon ialah bahwa pada atribut dibuat
modern elektrik, alas bantal lebih empuk, ringan, aman saat digunakan, mudah dibawa,
ukuran produk yang sesuai, tambahan seatbelt dan material yang awet terjadi perbedaan
secara signifikan baik peningkatan ataupun penurunan, sedangkan pada atribut mudah
dibawa memiliki nilai penurunan yang tidak signifikan sehingga dianggap tidak terdapat
perbedaan antara produk sebelumnya, dan terjadi. Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan secara berkelanjutan mengenai atribut ringan dan mudah dibawa, sehingga
dapat meningkatkan nilai persepsi para pengguna. | en_US |