| dc.description.abstract | Krisis pelayanan kesehatan merupakan isu kemanusiaan berkepanjangan
yang dialami oleh pengungsi Rohingya di negara Bangladesh. Sejak 2017 hingga
2022, krisis kesehatan yang dialami pengungsi Rohingya di Bangladesh
menimbulkan tantangan besar di kamp pengungsian akibat adanya kepadatan
populasi dan kondisi lingkungan yang buruk. Kondisi yang sangat
mengkhawatirkan ini membuat pemerintah Bangladesh kewalahan dalam
menangani masalah kesehatan pengungsi Rohingya. Mengenai hal tersebut,
organisasi internasional di bidang kesehatan yaitu MSF (Médecins Sans Frontières)
turun tangan untuk membantu meringankan Bangladesh dalam menghadapi krisis
kesehatan pengungsi Rohingya. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana
peran MSF dengan menggunakan teori “Ngos Roles in International Politics” karya
Shamima Ahmed dan David Potter (2006). Dari penerapan teori tersebut MSF
menyediakan pelayanan kesehatan, melakukan kampanye kesadaran publik, serta
berkolaborasi dengan berbagai aktor internasional. MSF berhasil menurunkan
tingkat penyakit menular melalui program vaksinasi dan sanitasi, meskipun masih
menghadapi tantangan pendanaan dan kapasitas penyediaan pelayanan
keberlanjutan pada saat wabah COVID-19 muncul, sehingga MSF harus
bergantung pada dukungan komunitas internasional. | en_US |