Show simple item record

dc.contributor.authorAmanda, Rizki Dwi
dc.date.accessioned2025-01-13T03:03:08Z
dc.date.available2025-01-13T03:03:08Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54315
dc.description.abstractKrisis pelayanan kesehatan merupakan isu kemanusiaan berkepanjangan yang dialami oleh pengungsi Rohingya di negara Bangladesh. Sejak 2017 hingga 2022, krisis kesehatan yang dialami pengungsi Rohingya di Bangladesh menimbulkan tantangan besar di kamp pengungsian akibat adanya kepadatan populasi dan kondisi lingkungan yang buruk. Kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini membuat pemerintah Bangladesh kewalahan dalam menangani masalah kesehatan pengungsi Rohingya. Mengenai hal tersebut, organisasi internasional di bidang kesehatan yaitu MSF (Médecins Sans Frontières) turun tangan untuk membantu meringankan Bangladesh dalam menghadapi krisis kesehatan pengungsi Rohingya. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana peran MSF dengan menggunakan teori “Ngos Roles in International Politics” karya Shamima Ahmed dan David Potter (2006). Dari penerapan teori tersebut MSF menyediakan pelayanan kesehatan, melakukan kampanye kesadaran publik, serta berkolaborasi dengan berbagai aktor internasional. MSF berhasil menurunkan tingkat penyakit menular melalui program vaksinasi dan sanitasi, meskipun masih menghadapi tantangan pendanaan dan kapasitas penyediaan pelayanan keberlanjutan pada saat wabah COVID-19 muncul, sehingga MSF harus bergantung pada dukungan komunitas internasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBangladeshen_US
dc.subjectKrisis Kesehatanen_US
dc.subjectRohingyaen_US
dc.subjectPeranen_US
dc.subjectMédecins Sans Frontièresen_US
dc.subjectPengungsien_US
dc.titlePeran Médecins Sans Frontières (MSF) dalam menangani Krisis Layanan Kesehatan Bagi Pengungsi Rohingya di Bangladesh Tahun 2017-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323284


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record