| dc.description.abstract | Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan setelah pandemi
Covid-19, pengelolaan sampah di Pantai Parangkusumo dan Pantai Goa Cemara,
Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi masalah besar. Tingginya volume
sampah yang dihasilkan oleh pengunjung dan arus laut menyebabkan masalah ini,
yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi, timbulan, dan sistem
pengolahan sampah yang digunakan di kedua pantai. Metode yang digunakan
mengikuti SNI 19-3964-1994 dan metode Clean Oceans through Clean
Cummunities (CLOCC), dengan pengumpulan data melalui pengambilan,
pengukuran dan penimbangan sampel sampah serta wawancara selama delapan
hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pantai Goa
Cemara dan Pantai Parangkusumo belum efisien, dengan masalah dalam
pemilahan dan pengangkutan. Hasil timbulan sampah yang dihasilkan dari
warung makan pantai Parangkusumo yaitu sebesar ± 234.25 kg/ hari atau ±884.4
ltr/ hari. Sedangkan untuk Pantai Goa Cemara total timbulan sampah yang
dihasilkan yaitu sebesar ± 89.2 kg/ hari atau ± 485.6 ltr/ hari. Untuk timbulan
sampah keseluruhan yang didapatkan di kedua Patai yaitu ± 234.25 kg/ hari atau
±884.4 ltr/ hari dan 36420 liter/hari atau 6798.8 kg/hari, pantai didominasi oleh
limbah organik dan anorganik. Komposisi sampah yang paling banyak di pantai
Parangkususmo dan pantai goa cemara yaitu sampah tempurung kelapa dengan
rata-rata sampah sebesar 91% dan 90%. Pemilahan sampah yang kurang optimal
dan fasilitas yang tidak memadai menyebabkan banyak sampah dibuang
sembarangan. Rekomendasi perbaikan perlu mencakup peningkatan fasilitas
pemilahan, pengangkuta rutin, dan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan
sampah. Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk mengurangi dampak
buruk terhadap lingkungan dan meningkatkan kualitas kawasan wisata. | en_US |