| dc.description.abstract | Internet adalah bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup modern seperti sekarang ini.
Banyak individu menggunakan internet agar dapat mengakses media sosial hingga menjadi
kecanduan atau adiksi. Adiksi media sosial dipengaruhi oleh tingkat self-esteem yang rendah pada
diri individu. Kesepian diprediksi berperan dalam keterkaitan hubungan antara self-esteem dan
adiksi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesepian sebagai variabel
mediator dalam hubungan antara self-esteem dan adiksi media sosial pada dewasa awal. Penelitian
ini menggunakan pendekatan berbasis kuantitatif yang melibatkan 229 dewasa awal di Indonesia.
Alat ukur yang digunakan adalah Bergen Social Media Addiction Scale, Rosenberg Self-Esteem
Scale, dan UCLA Loneliness Scale. Analisis data dalam penelitian ini akan diuji dengan module
medmod menggunakan aplikasi software JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian
dapat menjadi mediator penuh dalam hubungan antara self-esteem dan adiksi media sosial pada
dewasa awal yang ditandai dengan nilai p = 0,003 pada indirect effect dan p = 0,083 pada direct
effect. Hasil penelitian lainnya menunjukkan perbedaan tingkat adiksi media sosial yang signifikan
ditinjau dari durasi penggunaan media sosial. Dewasa awal yang menggunakan media sosial lebih
dari 8 jam per hari menunjukkan tingkat adiksi media sosial tertinggi, diikuti oleh dewasa awal
yang menggunakan media sosial selama 7-8 jam per hari, dan yang menggunakan selama 6 jam
per hari. | |