Evaluasi Dampak Kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program Bantuan Pangan Non
Tunai (BPNT) terhadap kesejahteraan rumah tangga yang mendapatkan dan yang
tidak mendapatkan program BPNT dilihat dari pengeluaran makanan (food) dan
pengeluaran total (expend) rumah tangga di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan bersifat uji pengaruh
program bantuan pangan yang dilakukan oleh pemerintah. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs-situs resmi, seperti
Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS).
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Propensity Score
Matching (PSM) pada data SUSENAS 2020 dengan pendekatan Nearest Neighbor
Matching dan Radius Matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok
rumah tangga penerima BPNT memiliki pengeluaran makanan lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima bantuan. Selain itu, pengeluaran
rata-rata pada kelompok yang menerima bantuan BPNT juga lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima bantuan. Hal ini menunjukkan
bahwa penerima BPNT memiliki kondisi ekonomi yang secara keseluruhan lebih lemah
dibandingkan dengan kelompok kontrol, dibutktikan dengan pengeluaran makanan
dan pengeluaran total rumah tangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah
tangga yang tidak menerima perlakuan.
