| dc.description.abstract | Latar belakang: Sediaan steril harus bebas dari kontaminasi mikroba untuk
memastikan terapi yang aman dan efektif. Peran apoteker dalam dispensing sediaan
steril sangat krusial untuk keberhasilan terapi dan keselamatan pasien, dengan
tantangan seperti kegagalan mempertahankan sterilitas dan kesalahan dalam
pelarutan serta pencampuran yang bisa merusak efikasi dan keamanan sediaan.
Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik apoteker, mengevaluasi kompetensi peran
dan pengetahuan apoteker dalam penyiapan sediaan steril.
Metode: Survei potong lintang dilakukan pada apoteker penyiapan sediaan steril di
rumah sakit melalui kuesioner Google Form yang dibagikan via WA Group
HISFARSI. Kuesioner diadopsi dari USP dan divalidasi, dengan data dianalisis
secara deskriptif.
Hasil: Dari 78 apoteker yang menjadi responden, mayoritas (66,67%) memiliki
pengetahuan kurang tentang pengelolaan sediaan steril. Sebagian besar apoteker
adalah wanita (74,36%) dengan berusia 31-40 tahun (53,8%), Selain itu, 68%
apoteker terlibat dalam unit steril rumah sakit. Peran apoteker dalam siklus
dispensing sediaan steril meliputi pemberian masukan pada resep (12,67%),
skrining dan verifikasi (20,21%), penyiapan obat steril (20,21%), kontrol kualitas
(19,86%), monitoring pengobatan (16,78%), dan penyerahan obat pada pasien
(10,27%).
Kesimpulan: Direkomendasikan adanya pelatihan dan pendidikan lanjutan untuk
meningkatkan kompetensi apoteker, guna mendukung pelayanan farmasi yang
lebih aman dan berkualitas di rumah sakit. | en_US |