| dc.description.abstract | Kadmium dianggap sebagai salah satu logam paling berbahaya. Dalam
penggunaan adsorben yang efektif, terdapat beberapa adsorben yang dapat
menyerap logam berat yaitu menggunakan adsorben dari limbah pertanian dan
limbah pertanian ini banyak tersedia di negara berkembang. Penelitian ini
bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi dalam bentuk fiber adsorben dalam
penurunan logam kadmium (Cd) yang terdapat dalam air menggunakan metode
Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk mengukur kadar logam Cd,
Fourtier Transform Infrared (FTIR) untuk mengetahui gugus fungsi sekam padi
dan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengetahui struktur adsorben
sekam padi secara morfologi. Hasil pengujian FTIR menunjukkan setelah
aktivasi terjadi perubahan struktur dengan gugus fungsi karboksil dan Si-O-Si.
Hasil SEM menunjukkan Fiber adsorben sekam padi setelah dilakukan adsorpsi,
pori-pori menjadi tertutup atau mengecil dikarenakan pori-pori tersebut
mengadsorpsi kandungan kadmium pada saat pengujian. Hasil menunjukkan
bahwa penggunaan adsorben sekam padi yang paling optimal pada variasi massa
yaitu dengan massa 500 mg, variasi waktu yaitu dengan waktu kontak 45 menit,
variasi pH yaitu dengan pH 8, dan variasi konsentrasi yaitu dengan konsentrasi
75 ppm. Isoterm yang sesuai dengan adsorpsi kadmium menggunakan fiber
adsorben sekam padi yaitu dengan isoterm langmuir dengan nilai R2 = 0,9488
dengan logam kadmium yang dapat diserap adsorben sekam padi adalah 4,4683
mg/g. | en_US |