• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    FENOMENA PLACEMAKING TERHADAP BATASAN TAK TERLIHAT PADA AKTIVITAS SANTRIWAN DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KALIMOSODO (Studi kasus : Tata Ruang Pondok Pesantren Kalimosodo)

    Thumbnail
    View/Open
    55.FENOMENA PLACEMAKING TERHADAP BATASAN TAK TERLIHAT.pdf (2.865Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Fitriyanto
    Shahieza, Natasya Shah
    Pertiwi, Dyah Kusuma
    Yuli, Nensi Golda
    Wicaksono, Jodi Satria
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pondok Pesantren Kalimosodo menawarkan sistem pembelajaran tahfiz, mengaji, dan kajian keislaman untuk santri dari sekolah dasar hingga sekolah menengah serta masyarakat yg sekitar. Pesantren ini menyediakan penginapan santri yang berada di satu bangunan yang sama, sehingga secara langsung terjadi interaksi lawan jenis. Meskipun tidak ada batasan fisik yang jelas, namun secara tidak langsung telah terbentuk fenomena placemaking yang membatasi gerak santriwan dan santriwati yang dimana mereka membatasi ruang gerak secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pembatasan ruang terhadap aktivitas santri sehingga terciptanya fenomena batasan ruang tak terlihat dalam membatasi aktivitas antar santri baik dari pihak santri sendiri maupun pengurus pondok. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung kepada ustadz sekitar pesantren, santriwan dan santriwati, pengurus pesantren, observasi aktivitas santriwan dan santriwati, dan studi literatur. Hasil dari penelitian pesantren ini adalah adanya strategi pembatasan ruang dalam melakukan aktivitas di pesantren yang ditandai dengan penyesuaian simbol arsitektur yang ada, sehingga terciptanya batasan secara tak terlihat yang dimana fenomena tersebut hadir karena adanya kesadaran diri dari santri dan pengawasan oleh pengurus pondok sekaligus merespon terbatasnya lahan pada pondok pesantren.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54220
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV