FENOMENA PLACEMAKING TERHADAP BATASAN TAK TERLIHAT PADA AKTIVITAS SANTRIWAN DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KALIMOSODO (Studi kasus : Tata Ruang Pondok Pesantren Kalimosodo)
Date
2024-07-01Author
Fitriyanto
Shahieza, Natasya Shah
Pertiwi, Dyah Kusuma
Yuli, Nensi Golda
Wicaksono, Jodi Satria
Metadata
Show full item recordAbstract
Pondok Pesantren Kalimosodo menawarkan sistem pembelajaran tahfiz,
mengaji, dan kajian keislaman untuk santri dari sekolah dasar hingga sekolah menengah
serta masyarakat yg sekitar. Pesantren ini menyediakan penginapan santri yang berada
di satu bangunan yang sama, sehingga secara langsung terjadi interaksi lawan jenis.
Meskipun tidak ada batasan fisik yang jelas, namun secara tidak langsung telah terbentuk
fenomena placemaking yang membatasi gerak santriwan dan santriwati yang dimana
mereka membatasi ruang gerak secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui strategi pembatasan ruang terhadap aktivitas santri sehingga terciptanya
fenomena batasan ruang tak terlihat dalam membatasi aktivitas antar santri baik dari
pihak santri sendiri maupun pengurus pondok. Metode Penelitian menggunakan
deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara
langsung kepada ustadz sekitar pesantren, santriwan dan santriwati, pengurus pesantren,
observasi aktivitas santriwan dan santriwati, dan studi literatur. Hasil dari penelitian
pesantren ini adalah adanya strategi pembatasan ruang dalam melakukan aktivitas di
pesantren yang ditandai dengan penyesuaian simbol arsitektur yang ada, sehingga
terciptanya batasan secara tak terlihat yang dimana fenomena tersebut hadir karena
adanya kesadaran diri dari santri dan pengawasan oleh pengurus pondok sekaligus
merespon terbatasnya lahan pada pondok pesantren.
