| dc.description.abstract | Paper ini mengkaji aktivitas placemaking yang terjadi di Simpang Lima,
Semarang. Placemaking merujuk proses penciptakan tempat yang lebih berfungsi,
menarik, dan sesuai dengan kebutuhan komunitas. Dalam penelitian ini, tujuannya
adalah untuk memahami bagaimana aktivitas placemaking bisa terjadi di simpang lima.
Metodologi kuantitatif yang digunakan melibatkan observasi lapangan, wawancara
dengan pelaku placemaking dan analisis dokumen terkait aktivitas placemaking. Hasil
temuan menunjukkan berbagai aktivitas placemaking yang telah dijalankan di Simpang
Lima, seperti hiburan jalanan, skuter listrik, dan pedagang kaki lima. Semua kegiatan ini
telah berhasil menarik perhatian masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung dan
berpartisipasi dalam kegiatan di kawasan ini, mengubah Simpang Lima menjadi pusat
aktivitas yang ramai dan dinamis. | en_US |