PESANTREN WARIA AL-FATAH : INTERAKSI RUANG DAN STRATEGI TERITORIALITAS
Date
2024-07-01Author
Subagyo, Andhika Rifqi
Safli, Nofal
Raffaely, Muhammad Isya Zukhruf
Wicaksono, Jodi
Yuli, Nensi Golda
Metadata
Show full item recordAbstract
Pesantren adalah institusi pendidikan Islam di Indonesia yang menekankan
pengajaran agama Islam, kitab-kitab klasik, dan nilai-nilai keislaman. Santri tinggal di
pondok, dipimpin oleh seorang kiai, dan mendapat pengajaran dari ustadz. Pesantren
menerima santri dari berbagai latar belakang, termasuk Tunarungu, Tunanetra, dan
waria. Pesantren Waria Al-Fatah didirikan untuk memberikan tempat bagi para waria
berinteraksi sosial melalui ruang seperti ruang salon, ruang utama, teras, pendopo,
perpustakaan, dan koperasi, dengan harapan memperkuat hubungan sosial dengan
masyarakat. Acara rohani dan sosial bersama antara warga pesantren dan masyarakat
sekitar, seperti mengaji bersama, sholat berjamaah, serta usaha salon dan catering juga
dilakukan dengan tujuan meningkatkan hubungan sosial mereka. Perubahan tata ruang
pesantren disesuaikan dengan kegiatan untuk menciptakan ruang yang luas untuk santri
dan masyarakat menjalani kegiatan bersama. Dari sisi Strategi teritorialitas, cara yang
dilakukan penempatan banyak pintu masuk dan memberikan kesan keterbukaan kepada
masyarakat, yang memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi antara warga
pesantren dan masyarakat sekitar. Berdirinya pesantren ini merupakan suatu
perlindungan dan pintu baru untuk para santri dapat menjalani kehidupannya tanpa ada
perbedaan status sosial.
