• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PESANTREN WARIA AL-FATAH : INTERAKSI RUANG DAN STRATEGI TERITORIALITAS

    Thumbnail
    View/Open
    29.PESANTREN WARIA AL-FATAH INTERAKSI RUANG DAN.pdf (3.336Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Subagyo, Andhika Rifqi
    Safli, Nofal
    Raffaely, Muhammad Isya Zukhruf
    Wicaksono, Jodi
    Yuli, Nensi Golda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pesantren adalah institusi pendidikan Islam di Indonesia yang menekankan pengajaran agama Islam, kitab-kitab klasik, dan nilai-nilai keislaman. Santri tinggal di pondok, dipimpin oleh seorang kiai, dan mendapat pengajaran dari ustadz. Pesantren menerima santri dari berbagai latar belakang, termasuk Tunarungu, Tunanetra, dan waria. Pesantren Waria Al-Fatah didirikan untuk memberikan tempat bagi para waria berinteraksi sosial melalui ruang seperti ruang salon, ruang utama, teras, pendopo, perpustakaan, dan koperasi, dengan harapan memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat. Acara rohani dan sosial bersama antara warga pesantren dan masyarakat sekitar, seperti mengaji bersama, sholat berjamaah, serta usaha salon dan catering juga dilakukan dengan tujuan meningkatkan hubungan sosial mereka. Perubahan tata ruang pesantren disesuaikan dengan kegiatan untuk menciptakan ruang yang luas untuk santri dan masyarakat menjalani kegiatan bersama. Dari sisi Strategi teritorialitas, cara yang dilakukan penempatan banyak pintu masuk dan memberikan kesan keterbukaan kepada masyarakat, yang memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi antara warga pesantren dan masyarakat sekitar. Berdirinya pesantren ini merupakan suatu perlindungan dan pintu baru untuk para santri dapat menjalani kehidupannya tanpa ada perbedaan status sosial.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54194
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV