| dc.description.abstract | Tingginya angka perceraian disebabkan oleh ketidakpuasan pernikahan. Hal ini dapat disebabkan oleh
stres dalam pengasuhan anak yang rentan dialami oleh ibu bekerja. Koping religius islam yang terdiri
dari dimensi positif dan negatif diprediksi dapat berperan dalam untuk menurunkan tingkat stres
pengasuhan dan menurunkan tingkat kepuasan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peran dari koping religius islam sebagai moderator dari hubungan stres pengasuhan
terhadap kepuasan pernikahan pada Ibu bekerja yang memiliki anak. Pendekatan kuantitatif dengan
purposive sampling yang melibatkan 225 Ibu bekerja di seluruh Indonesia digunakan dalam penelitian
ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur psikologi yaitu Islamic Coping
Religious Short Form (IRC-SF) untuk mengukur tingkat coping religius Islam, Parenting Stress Scale (PSS)
untuk mengukur tingkat stres pengasuhan, da ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS) untuk
mengukur tingkat kepuasan pernikahan. Data dianalisis menggunakan software IBM SPSS versi 21 yang
menunjukkan hasil penelitian bahwa koping religius islam positif mampu memoderasi hubungan
antara stres pengasuhan dengan kepuasaan pernikahan (F=0.016, p≤ 0.05). Ketika tingkat koping
religius islam positif tinggi dapat memberikan dampak negatif pada stres pengasuhan terhadap
kepuasaan pernikahan ibu bekerja berkurang secara signifikan. Sebaliknya, koping religius Islam negatif
tidak berperan dalam moderasi antara stres pengasuhan dengan kepuasan pernikahan ibu bekerja.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk asal daerah subjek berdasarkan daerah tingkat angka
perceraian tertinggi di Indonesia serta juga dilakukan kepada ibu rumah tangga. | en_US |