Dilema Moral Pada Mantan Santri yang Berpacaran
| dc.contributor.author | Madina, Shebyka Shaffa | |
| dc.date.accessioned | 2025-01-02T05:53:59Z | |
| dc.date.available | 2025-01-02T05:53:59Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/54159 | |
| dc.description.abstract | Pacaran dalam pondok pesantren adalah sebuah larangan meskipun dalam kehidupan sehari-hari pacaran sudah bukan hal tabu. Meskipun ada peraturan yang melarang dan membatasi santri untuk bertemu dengan lawan jenis, fenomena berpacaran tetap terjadi di dalam pondok pesantren. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan fenomena berpacaran pada santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah kedua partisipan merasakan dilema moral selama berpacaran di dalam pondok pesantren. Moral dilema tersebut seperti mereka merasa senang ketika berpacaran di dalam pondok tetapi disatu sisi mereka merasa bersalah karena secara sadar mengetahui berpacaran adalah sebuah larangan baik di pondok dan agama. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Pacaran | en_US |
| dc.subject | Pondok Pesantren | en_US |
| dc.subject | Moral Dilema | en_US |
| dc.title | Dilema Moral Pada Mantan Santri yang Berpacaran | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 20320018 |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
Psychology [2579]
