Show simple item record

dc.contributor.authorPramuwidagdo, Raja Mahendra
dc.date.accessioned2025-01-02T03:22:37Z
dc.date.available2025-01-02T03:22:37Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54142
dc.description.abstractUMKM Gets Well Sweet Kitchen sebagai salah satu pelaku usaha saat ini mengakui masih memiliki kekurangan dalam strategi pemasaran yang disebabkan karena manajemen pemasaran yang diterapkan belum cukup baik. Hal tersebut membuat UMKM dari tahun 2023 ke tahun 2024 mengalami penurunan pendapatan hingga 25%. Apalagi dalam menghadapi berbagai persaingan yang selaras dengan produk yang dibuat oleh UMKM, membuat pihak UMKM harus berusaha agar bisa meningkatkan penjualan dengan merancang strategi pemasaran yang tepat agar dapat meningkatkan pendapatan penjualan dan volume penjualan. Untuk mengetahui dan menganalisis perancangan model bisnis UMKM Gets Well Sweet Kitchen yang sesuai dengan situasi saat ini. Membantu UMKM untuk bisa mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pada penurunan penjualan dan pendapatan UMKM tersebut. Membantu UMKM untuk mengetahui usulan strategi pemasaran yang akan menjadi prioritas. Penelitian ini menerapkan pendekatan BMC untuk bisa memvisualisasikan aspek bisnis dan model yang sedang berjalan, serta mengidentifikasi aspek yang perlu ditambah atau diubah. Kombinasi analisis SWOT dan BMC memungkinkan penilaian yang lebih terfokus, sehingga menciptakan konsep bisnis yang lebih matang dan menghasilkan model bisnis yang lebih kuat dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar. Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT akan dievaluasi secara objektif dengan menentukan daya tarik relatif dari setiap tindakan alternatif yang layak. Hal ini dilakukan untuk menetapkan keputusan strategi terbaik menggunakan QSPM. UMKM Gets Well Sweet Kitchen telah menggambarkan model bisnisnya melalui 9 aspek BMC, yaitu segmen pelanggan (customer segments), hubungan pelanggan (customer relations), proposisi nilai (value proposition), saluran (channel), arus pendapatan (revenue streams), aktivitas kunci (key activities), sumber daya kunci (key resources), mitra kunci (key partners), dan struktur biaya (cost structure). Aspek-aspek ini menunjukkan bagaimana UMKM Gets Well Sweet Kitchen menciptakan dan memberikan nilai dalam bisnisnya. Meskipun demikian, UMKM Gets Well Sweet Kitchen masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhannya. Berdasarkan score analisis, total nilai score internal UMKM adalah 2,597 dan total nilai score eksternal adalah 2,598, menunjukkan posisi bersaing UMKM berada pada kuadran I dengan koordinat (X 0,263 Y 0,266). trSategi yang paling sesuai untuk diterapkan oleh UMKM Gets Well Sweet Kitchen adalah strategi S-O, yang memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal yang ada. Strategi ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki beberapa faktor internal dan eksternal yang dominan dan dapat mempengaruhi kinerja UMKM secara signifikan. Berdasarkan hasil prioritas strategi dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi pada matriks QSPM, terlihat bahwa perusahaan menunjukkan minat terhadap strategi yang berupa melakukan diferensiasi produk sambil menjaga kualitas dan menawarkan berbagai varian produk.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGets Well Sweet Kitchenen_US
dc.subjectSWOTen_US
dc.subjectQSPMen_US
dc.subjectIFEen_US
dc.subjectEFEen_US
dc.subjectTASen_US
dc.titlePerancangan Strategi Pemasaran Menggunakan Metode Swot dan QSPM Pada UMKM Gets Well Sweet Kitchenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522153


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record