Pembentukan Karakter Mulia Siswa Kelas IV, V, dan VI Sekolah Dasar Melalui Pembiasaan dan Keteladanan (Studi Kasus Di SDIT Baitussalam, Sleman Yogyakarta)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter mulia siswa
melalui program pembiasaan dan keteladanan di SDIT Baitussalam, Sleman,
Yogyakarta. Fokus penelitian meliputi pelaksanaan program pembiasaan, faktor
pendukung dan penghambat, serta keberhasilan program dalam membentuk
karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan di SDIT Baitussalam
dilaksanakan melalui kegiatan harian, mingguan, tahunan, dan insidental. Program
ini mencakup budaya 6S (senyum, salam, sapa, sopan, santun, syukur), ibadah
bersama, kegiatan sosial, dan penguatan nilai-nilai agama. Faktor pendukung
meliputi visi sekolah yang kuat, komitmen guru, lingkungan yang kondusif, dan
evaluasi yang teratur. Namun, pelaksanaan program menghadapi tantangan berupa
pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan sumber daya, ketidakseimbangan
jumlah siswa dan guru, serta komitmen yang belum merata dari seluruh pihak.
Keberhasilan program ini terlihat dari peningkatan karakter siswa, seperti
religiusitas, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan empati, yang tercermin
dalam kebiasaan siswa di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini
menegaskan pentingnya pembiasaan dan keteladanan sebagai strategi efektif dalam
membentuk karakter mulia siswa, serta perlunya penguatan faktor pendukung untuk
mengatasi hambatan dalam implementasi program.
