| dc.description.abstract | Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam dunia industri,
termasuk industri rotan yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan
rekomendasi pengendalian risiko pada lantai produksi CV. Farindo, sebuah perusahaan
kerajinan rotan di Majalengka, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah HIRARC
(Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), yang mencakup tiga tahap
utama: identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan Likelihood dan Severity, serta
pengendalian risiko menggunakan hierarki kontrol. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kecelakaan kerja sering terjadi akibat kurangnya penggunaan alat pelindung diri
(APD) dan rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3. Dalam periode satu
tahun, tercatat 48 kasus kecelakaan kerja, termasuk cidera akibat tertimpa rotan, tangan
terluka oleh gergaji, mata terkena serpihan rotan, serta cidera otot karena postur kerja
yang tidak ergonomis. Penilaian risiko menggunakan matriks risiko mengelompokkan
bahaya berdasarkan tingkatannya, dari rendah hingga ekstrem. Bahaya ekstrem
ditemukan pada proses pemotongan dan pelurusan rotan, dengan risiko tinggi terhadap
cidera serius. Sebagai langkah mitigasi, rekomendasi pengendalian mencakup pelatihan
keselamatan kerja, peningkatan penggunaan APD, penerapan rekayasa teknis untuk
peralatan, serta modifikasi prosedur kerja agar lebih aman. Penerapan strategi ini
diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas,
dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Penelitian ini memberikan
kontribusi penting bagi perusahaan dan sektor industri lain sebagai referensi dalam
penerapan metode HIRARC untuk pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja secara
efektif. | en_US |