| dc.description.abstract | Pengadaan material dalam proyek pembangunan jembatan PT. Raharja Mulia Corp. sering
menghadapi berbagai risiko rantai pasokan yang dapat mengganggu kelancaran proyek, seperti
keterlambatan pengiriman, fluktuasi harga, dan ketidakpastian kualitas material. Jika risiko ini
tidak diidentifikasi dan ditangani dengan baik, hal itu dapat menyebabkan proyek tertunda,
biaya tambahan, dan kegagalan mencapai target kualitas dan waktu. Bagaimana metode House
of Risk (HOR) dapat digunakan dengan baik dalam situasi seperti ini. Dalam manajemen risiko,
House of Risk adalah teknik yang digunakan untuk menemukan, menganalisis, dan
memprioritaskan risiko yang terlibat dalam rantai pasokan atau prosedur bisnis. Metode ini
menggabungkan ide-ide dari Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Quality Function
Deployment (QFD), yang masing-masing terdiri dari dua tahap utama. Hasil pengolahan
menggunakan metode House of Risk (HOR) fase 1 menunjukkan bahwa delapan sumber risiko,
atau agen risiko, yang paling penting, membutuhkan strategi penanganan. Fase 1 dari House of
Risk (HOR) dilanjutkan ke Fase 2 dan bertujuan untuk membuat perancangan untuk
mengurangi risiko yang ada. Dalam Fase 1 dari House of Risk (HOR), delapan risiko agen
prioritas memerlukan penanganan untuk meminimalkan atau mengurangi risiko agen tersebut;
strategi penanganan yang diusulkan mencakup tiga belas tindakan pencegahan. Dalam proses
identifikasi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent) yang berkaitan dengan
proses pengadaan material untuk proyek pembangunan jembatan PT Raharja Mulia Corp.,
terdapat 12 kejadian risiko (risk event) dan 14 sumber risiko (risk agent). Strategi mitigasi
berfokus pada agen risiko untuk mengurangi jumlah kejadian yang berasal dari sumber risiko.
Setelah diskusi, 13 pendekatan penanganan yang paling penting harus digunakan. | en_US |