Show simple item record

dc.contributor.authorElvira, Selvi
dc.date.accessioned2024-12-23T05:33:10Z
dc.date.available2024-12-23T05:33:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54104
dc.description.abstractPT. Central Pertiwi Bahari merupakan salah satu perusahaan aquaculture dengan hasil produksi berupa udang beku dan udang olahan, untuk kebutuhan ekspor seperti ke Negara Jepang, USA dan Amerika. Dalam melakukan kegiatan ekspor, kerap kali terdapat keterlambatan menyelesaikan pesanan ke buyer dimana keterlambatan ini apabila terjadi berulang dapat menimbulkan kekecewaan pada customer sehingga akan beralih produsen. Faktor yang menyebabkan keterlambatan ini dikarenakan adanya penumpukan barang selama proses produksi yang menyebabkan waktu tunggu sehingga dapat menjadi suatu pemborosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi selama proses produksi dengan metode waste assesment model dan serta mencari akar penyebab waste dengan fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan dengan persentase tertinggi adalah waste inventory sebesar 19.99% dan waste defect 19.71%. Berdasarkan hasil identifikasi akar masalah dengan fishbone diagram dapat diketahui bahwa akar penyebab terjadinya waste inventory salah satunya terjadi karena adanya planning raw material yang tidak sesuai, kemampuan operator yang berbeda-beda, area gudang yang tidak tertata rapi, dan banyak stok slow moving. Sedangkan pada waste defect disebabkan karena skill operator yang berbeda, udang pucat, grader tidak presisi dan kesalahan dalam proses UV sehingga usulan perbaikan yang diberikan adalah dengan menekankan penerapan 5s, memberikan training terkait kualitas dan teknik pemotongan kepala dan pengupasan kepada karyawan baru khususnya di bagian deheading dan peeling agar memiliki kemampuan dan kecepatan yang sama sehingga mengurangi penumpukan pada proses sebelumnya dan mengurangi defect, melakukan proses panen yang tepat seperti membuang air pada hari sebelumnya, memberikan training kepada karyawan coldroom agar memahami konsep FIFO agar proses pengeluaran barang sesuai dengan urutan kedatangan, menekankan SOP pada proses koreksi UV, melakukan kalibrasi rutin pada proses grading serta menerapkan forecasting agar tidak terjadi kesalahan planning raw material dengan hasil forecasting alfa 0.2 adalah 435.7741 dan alfa terkecil yaitu 0.103846 adalah 440.9148.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectWasteen_US
dc.subjectUdangen_US
dc.subjectWaste Assesment Modelen_US
dc.titleIdentifikasi Waste dengan Metode Waste Assessment Model (WAM) dalam Penerapan Lean Manufacturing Pada Proses Produksi Udang Beku (Studi Kasus: PT. Central Pertiwi Bahari, Lampung)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522346


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record