| dc.description.abstract | PT. Central Pertiwi Bahari merupakan salah satu perusahaan aquaculture dengan hasil produksi
berupa udang beku dan udang olahan, untuk kebutuhan ekspor seperti ke Negara Jepang, USA
dan Amerika. Dalam melakukan kegiatan ekspor, kerap kali terdapat keterlambatan
menyelesaikan pesanan ke buyer dimana keterlambatan ini apabila terjadi berulang dapat
menimbulkan kekecewaan pada customer sehingga akan beralih produsen. Faktor yang
menyebabkan keterlambatan ini dikarenakan adanya penumpukan barang selama proses
produksi yang menyebabkan waktu tunggu sehingga dapat menjadi suatu pemborosan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi selama proses
produksi dengan metode waste assesment model dan serta mencari akar penyebab waste dengan
fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan dengan persentase
tertinggi adalah waste inventory sebesar 19.99% dan waste defect 19.71%. Berdasarkan hasil
identifikasi akar masalah dengan fishbone diagram dapat diketahui bahwa akar penyebab
terjadinya waste inventory salah satunya terjadi karena adanya planning raw material yang
tidak sesuai, kemampuan operator yang berbeda-beda, area gudang yang tidak tertata rapi, dan
banyak stok slow moving. Sedangkan pada waste defect disebabkan karena skill operator yang
berbeda, udang pucat, grader tidak presisi dan kesalahan dalam proses UV sehingga usulan
perbaikan yang diberikan adalah dengan menekankan penerapan 5s, memberikan training
terkait kualitas dan teknik pemotongan kepala dan pengupasan kepada karyawan baru
khususnya di bagian deheading dan peeling agar memiliki kemampuan dan kecepatan yang
sama sehingga mengurangi penumpukan pada proses sebelumnya dan mengurangi defect,
melakukan proses panen yang tepat seperti membuang air pada hari sebelumnya, memberikan
training kepada karyawan coldroom agar memahami konsep FIFO agar proses pengeluaran
barang sesuai dengan urutan kedatangan, menekankan SOP pada proses koreksi UV,
melakukan kalibrasi rutin pada proses grading serta menerapkan forecasting agar tidak terjadi
kesalahan planning raw material dengan hasil forecasting alfa 0.2 adalah 435.7741 dan alfa
terkecil yaitu 0.103846 adalah 440.9148. | en_US |