| dc.description.abstract | Kinerja kepolisian yang rendah dapat menyebabkan peningkatan kriminalitas dan penurunan
kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Stres kerja dan perilaku prososial
merupakan faktor yang dapat memengaruhi tingkat kinerja personel. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji peran stres kerja dan perilaku prososial terhadap kinerja personel di Kepolisian. Data
penelitian ini diambil menggunakan kriteria jenis kelamin, personel aktif di suatu Satuan Kerja
Ditsamapta, dan telah bekerja minimal selama enam bulan berjumlah 252 partisipan (247 laki-laki, 5
perempuan). Data dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software
JAMOVI. Berdasarkan hasil penelitian, stres kerja memiliki peran negatif sebesar 2.64% terhadap
kinerja personel. Sedangkan perilaku prososial berperan positif sebesar 20.5% terhadap kinerja
personel. Adapun stres kerja dan perilaku prososial memiliki peran sebesar 21.24% terhadap kinerja
personel. Saran bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan
memasukkan variabel prososial sebagai variabel moderator yang dapat mengeksplorasi apakah
perilaku prososial memperkuat hubungan antara stres kerja dan kinerja, sehingga memberikan
pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kerja di
lingkungan yang penuh tekanan. | en_US |