Show simple item record

dc.contributor.authorWicaksono, Inindra Cahyo
dc.contributor.authorSari, Sekar Arum
dc.date.accessioned2024-12-23T03:40:25Z
dc.date.available2024-12-23T03:40:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54094
dc.description.abstractTugas Akhir ini mengkaji pra-rancangan pabrik asam asetat dengan bahan baku asetaldehid dan udara, yang berlokasi di, Kragilan, Kec. Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, untuk menilai kelayakan ekonominya. Asetaldehid digunakan sebagai basa ketika memproduksi asam asetat, yang juga merupakan bahan kimia dasar dengan banyak kegunaan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga angka impor asam asetat menurun, maka dirancang pabrik Asam Asetat (CH3COOH) dengan kapasitas 60.000 ton/tahun, Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan reaktor fixed bed multitube pada kondisi operasi 150οC dan tekanan 2,4 atm. perbandingan komponen umpan mol reaktan antara asetaldehid dengan udara adalah 2:1, prosesnya disebut juga oksidasi asetaldehid. Dengan kondisi operasi tersebut dan mengacu pada jurnal dan paten yang ada. Hasil keluaran atas menara distilasi dialirkan menuju tangki penyimpanan produk sisa/samping dan hasil bawah yang merupakan produk utama dengan kemurnian asam asetat 99% dialirkan ke tangki penyimpanan sebelum didistribusikan. Asam asetat, sebagai salah satu komoditas kimia utama, memiliki pangsa pasar global mencapai 40.984.583 ton pada tahun 2024 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,8%. Analisis ekonomi pabrik menunjukkan bahwa dengan kapasitas produksi sebesar 60.000 ton per tahun (180 ton per hari), dan harga asetaldehid saat ini sekitar $977/ton serta harga asam asetat $1200/ton, biaya operasional total diperkirakan sebesar $64.175.030 per tahun. Pabrik ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar $64.988.536,42, yang menghasilkan laba tahunan sebesar $813.506. Indikator ekonomi lainnya menunjukkan bahwa Return on Investment (ROI) mencapai 26%, Pay Out Time (POT) adalah 3,18 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 3,8, dan Shut Down Point berada pada 90%. Kesimpulan dari Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa pabrik asam asetat ini memiliki potensi ekonomi yang baik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsam Asetaten_US
dc.subjectAsetaldehiden_US
dc.subjectOksidasi Asetaldehiden_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Asam Asetat dari Asetaldehid dan Udara dengan Kapasitas 60.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521210
dc.Identifier.NIM20521005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record