| dc.description.abstract | Tugas Akhir ini mengkaji pra-rancangan pabrik asam asetat dengan bahan baku asetaldehid
dan udara, yang berlokasi di, Kragilan, Kec. Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah,
untuk menilai kelayakan ekonominya. Asetaldehid digunakan sebagai basa ketika
memproduksi asam asetat, yang juga merupakan bahan kimia dasar dengan banyak kegunaan.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga angka impor asam asetat menurun, maka
dirancang pabrik Asam Asetat (CH3COOH) dengan kapasitas 60.000 ton/tahun, Pabrik
beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan
reaktor fixed bed multitube pada kondisi operasi 150οC dan tekanan 2,4 atm. perbandingan
komponen umpan mol reaktan antara asetaldehid dengan udara adalah 2:1, prosesnya disebut
juga oksidasi asetaldehid. Dengan kondisi operasi tersebut dan mengacu pada jurnal dan paten
yang ada. Hasil keluaran atas menara distilasi dialirkan menuju tangki penyimpanan produk
sisa/samping dan hasil bawah yang merupakan produk utama dengan kemurnian asam asetat
99% dialirkan ke tangki penyimpanan sebelum didistribusikan. Asam asetat, sebagai salah satu
komoditas kimia utama, memiliki pangsa pasar global mencapai 40.984.583 ton pada tahun
2024 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,8%. Analisis ekonomi pabrik menunjukkan
bahwa dengan kapasitas produksi sebesar 60.000 ton per tahun (180 ton per hari), dan harga
asetaldehid saat ini sekitar $977/ton serta harga asam asetat $1200/ton, biaya operasional total
diperkirakan sebesar $64.175.030 per tahun. Pabrik ini diperkirakan menghasilkan pendapatan
tahunan sebesar $64.988.536,42, yang menghasilkan laba tahunan sebesar $813.506. Indikator
ekonomi lainnya menunjukkan bahwa Return on Investment (ROI) mencapai 26%, Pay Out
Time (POT) adalah 3,18 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 3,8, dan Shut Down Point
berada pada 90%. Kesimpulan dari Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa pabrik asam asetat
ini memiliki potensi ekonomi yang baik. | en_US |