Show simple item record

dc.contributor.authorZakiyah, Hanana
dc.date.accessioned2024-12-23T01:21:43Z
dc.date.available2024-12-23T01:21:43Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54078
dc.description.abstractIbadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi seluruh umat muslim yang mampu dan berakal. Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, kuota haji yang diberikan kepada Indonesia belum bisa memenuhi permintaan yang tinggi di Indonesia. Jemaah haji harus menunggu belasan hingga puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci setelah mendaftar. Perlu dilakukan diplomasi yang kuat oleh pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Arab Saudi dalam permintaan penambahan kuota haji untuk mengurangi masa tunggu ibadah haji sampai jumlah tambahan kuota haji dapat dinilai memuaskan. Pada tahun 2024, Indonesia berhasil mendapatkan pemberian kuota haji terbesar sejumlah 20.000 kuota tambahan. Pencapaian ini merupakan upaya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap Arab Saudi. Dalam penelitian ini, penulis bermaksud untuk menganalisis langkah-langkah diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam permintaan penambahan kuota haji tahun 2017-2024, berdasarkan pada tiga tahap diplomasi menurut teori dari G.R. Berridge.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasien_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectArab Saudien_US
dc.subjectKebijakan Pemerintahen_US
dc.subjectKementerian Agama Indonesiaen_US
dc.subjectKuota Jemaah Hajien_US
dc.titleDiplomasi Indonesia Terhadap Arab Saudi dalam Penambahan Kuota Haji 2017-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323329


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record