Pra Rancangan Pabrik Asam Asetilsalisilat (Aspirin) dari Asam Salisilat dan Asetat Anhidrat Kapasitas 15.000 Ton/tahun Pra Rancangan Pabrik
Abstract
Ketergantungan produk farmasi di Indonesia yang terus meningkat
mengharuskan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam rangka
mengurangi ketergantungan impor dan memenuhi kebutuhan domestik serta ekspor
Perancangan Pabrik Asam Asetil Salisilat atau asetosal diperlukan untuk memenuhi
pasar farmasi Indonesia yang memiliki potensi pasar hingga 27% di Asean. Aspirin
sebagai obat yang memiliki sejarah yang sangat panjang dan memiliki peran krusial
dalam dunia farmasi. Proses yang digunakan dalam proses pembuatan melibatkan
reaksi esterifikasi antara asam salisilat dan asetat anhidrat menggunakan kalsium
oksida sebagai katalis. Pabrik dirancang untuk beroperasi secara kontinu dengan
kapasitas 15.000 ton/tahun, menggunakan reaktor alir tangka berpengaduk (RATB)
memanfaatkan kondisi operasi suhu 70–90°C dan tekanan atmosferik. Untuk
memproduksi memproduksi aspirin sebesar 15.000 ton/tahun diperlukan asam
salisilat sebanyak 1.614,23 kg/jam, asetat anhidrat sebanyak 2.386,28 kg/jam dan
kalsium oksida sebanyak 1.146,74 kg/jam. Utilitas pendukung proses meliputi air
pendingin sebesar 5.822,74 kg/jam, air proses sebesar 166,37 kg/jam, penyediaan
saturated steam sebesar 496,66 kg/jam dan air domestik sebesar 7.315,2 kg/jam,
penyediaan udara tekan sebesar 16,24 m3
/jam dan penyediaan kebutuhan listrik
871,25 kW. Perancangan pabrik ini merupakan pabrik low risk berdasarkan analisis
resiko pabrik. Adapula analisis ekonomi menunjukkan potensi kelayakan investasi
dengan perhitungan ROI didapat 41% sebelum pajak dan 31% sesudah pajak, POT
dari perhitungan didapat 2,04 sebelum pajak dan 2,57 sesudah pajak, dan BEP yang
didapat 41,9% dan SDP 27% serta DCFR 8,04%. Dengan memanfaatkan sumber
daya manusia lokal, pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan lapangan kerja dan
mendorong pengembangan industri farmasi nasional.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
