Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Regulasi Emosi pada Mahasiswa yang mengalami Toxic Positivity
Abstract
Penelitian ini meneliti hubungan antara dukungan sosial dengan regulasi emosi
pada mahasiswa yang mengalami toxic positivity. Toxic positivity mengacu pada
penekanan yang berlebihan pada emosi positif, sehingga tidak mengakui perasaan
negatif yang bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Tujuan dari adanya
penelitian ini yaitu untuk memahami dinamika antara dukungan yang diterima
mahasiswa dari lingkungan sosial mereka dan kemampuan mereka untuk mengatur
emosi secara efektif dengan menggunakan dua strategi yaitu cognitive reappraisal
dan expressive suppression. Mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial yang
kuat cenderung memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik, sehingga
membantu mereka dalam menghadapi stres dan emosi negatif dengan lebih efektif.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan melibatkan 277
responden baik laki-laki maupun perempuan yang berusia 18-25 tahun sebagai
mahasiswa aktif. Data Instrumen pengukuran dikumpulkan dari tiga skala yaitu
Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk regulasi emosi, Multidimensional
Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial, dan skala Toxic
Positivity. Data dikumpulkan melalui survei dan kuesioner yang menilai tingkat
dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap dua strategi emosi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas responden melaporkan tingkat dukungan sosial dan
kemampuan regulasi emosi yang sedang, sementara sebagian besar mengalami
tingkat toxic positivity yang sedang. Analisis menunjukkan hubungan yang positif
namun tidak signifikan antara dukungan sosial dan cognitive reappraisal, koefisien
korelasi r = 0.053 dan signifikan p = 0.191 (P>0.05). Serta korelasi negatif yang
signifikan dengan expressive suppression, koefisien korelasi r = -0.198*** dan
signifikan p = 0.001 (P<0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial
penting untuk mengatur emosi, namun adanya toxic positivity pada mahasiswa
dapat mempengaruhi efektivitas dukungan sosial tersebut. Penelitian ini
menekankan pentingnya membina lingkungan di mana emosi positif dan negatif
dapat diekspresikan dan dikelola dengan tepat.
Collections
- Psychology [2602]
