Evaluasi Indikator Kekeruhan dan Koliform Sebagai Parameter Pendukung dalam Analisis Kandungan Nitrat Pada Air Tanah di Kota Yogyakarta (2020-2023)
Abstract
Kota Yogyakarta saat ini menghadapi permasalahan kualitas air tanah yang rentan
terhadap pencemaran, terutama kandungan nitrat, fecal coliform, dan total coliform.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran ini antara lain kepadatan
pemukiman, aktivitas industri, pertanian, dan pembangunan konstruksi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nitrat serta parameter pendukung
(fecal coliform dan total coliform) dalam air tanah di Kota Yogyakarta, serta untuk
mengetahui pola sebaran pencemaran dan potensi sumber pencemarnya. Data yang
digunakan dalam penelitian ini berasal dari pengukuran sampel air tanah yang
diambil dari tiga puluh titik di berbagai kelurahan di Kota Yogyakarta pada tahun
2020 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat masih
memenuhi baku mutu, namun untuk parameter pendukung di beberapa titik sampel
tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No.
2 Tahun 2023. Nilai nitrat tertinggi tercatat di SMP N 4 Yogyakarta pada tahun
2023 (13,18 mg/L). Nilai kekeruhan tertinggi tercatat di Kantor Kelurahan
Pakuncen pada tahun 2023 (36,7 NTU), dan konsentrasi fecal coliform serta total
coliform juga melebihi batas aman di beberapa lokasi, seperti Kantor Kelurahan
Tahunan pada 2020 (120 CFU/100 mL) dan Kantor Kelurahan Sosromenduran
pada 2021 (200 CFU/100 mL). Dilihat dari pola sebarannya secara visual, hanya
kekeruhan yang memiliki kesamaannya dengan nitrat. Pola sebaran kadar nitrat
yang tinggi cenderung mengarah pada wilayah bagian utara dan tengah. Hal ini
dilihat dari potensi sumber pencemar nitrat berasal dari aktivitas manusia seperti
limbah rumah tangga dan penggunaan pupuk kimia di lahan pertanian.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
