Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Silvi Deliana
dc.contributor.authorRamadhani, Suci
dc.date.accessioned2024-12-17T04:03:21Z
dc.date.available2024-12-17T04:03:21Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53990
dc.description.abstractBenzil alkohol merupakan bahan baku intermediet yang digunakan untuk bahan baku industri komersil, pelarut dan pelapis. Pabrik benzil alkohol dari benzil klorida, natrium karbonat, dan air dirancang dengan kapasitas 6.000 ton/tahun. Penempatan pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur, di atas tanah seluas 19.600 m2 dengan jumlah karyawan sebanyak 172 orang. Benzil alkohol dibuat dengan mereaksikan benzil klorida dengan natrium karbonat di dalam (RATB) reaktor alir tangki berpengaduk yang dikondisikan isotermal dengan tekanan reaksi 2 atm pada suhu 130oC dengan konversi 95%. Kemudian hasil dari reaktor dimasukkan ke dalam dekanter dengan kondisi suhu 40oC dan tekanan 2 atm untuk memisahkan fase berat berupa natrium klorida, natrium karbonat, air, benzil alkohol dan toluena. Fase ringan berupa benzil alkohol, benzil klorida, toluena, dan air. Fase berat dekanter diumpankan menuju kation anion exchanger untuk mengoptimalkan pemisahan benzil alkohol yang masih terlarut dalam air. Fase ringan dari decanter diumpankan menuju menara distilasi dengan suhu 196,624oC. Hasil atas menara distilasi akan diumpankan menuju unit pengolahan lanjut. Produk berupa benzil alkohol keluar pada hasil bawah menara distilasi dengan kemurnian 99,7% yang selanjutnya disimpan pada tangki penyimpan. Pabrik benzil alkohol ini membutuhkan bahan baku benzil klorida diperoleh dari Shandong Liaocheng Luxi Chemical Sale Co. Ltd, China sebanyak 8.230 ton/tahun, dan natrium karbonat diperoleh dari Pabrik Aneka Kimia Raya, Surabaya sebanyak 4.154 ton/tahun serta kebutuhan air total keseluruhan sebanyak 110.896 kg/jam yang diolah dari sungai Bengawan Solo untuk mencapai kapasitas 6.000 ton/tahun. Untuk menghasilkan tiap ton benzil alkohol dibutuhkan sebanyak 1,3 ton benzil klorida, natrium karbonat sebanyak 0,6 ton serta air sebanyak 1,3 ton, steam sebanyak 2,1 ton, listrik sebanyak 200 kWh, serta 0,03 m3 udara tekan. Total energi listrik yang dibutuhkan untuk produksi dan perumahan adalah 201,44 kWh yang bersumber dari perusahaan listrik Negara PLN dan energi cadangan internal generator. Dari hasil perhitungan evaluasi ekonomi perancangan pabrik benzil alkohol ini diperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp43.707.471.245 dan keuntungan setelah pajak Rp34.091.827.571. Sebagai tambahan, persentase return on investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25,66%. Sedangkan ROI setelah pajak 20,01 %. Payout time (POT) pabrik sebelum pajak dibebankan adalah 2,8 tahun dan POT setelah pajak adalah 3,3 tahun. Break even point (BEP) menunujukkan angka yang juga menarik yaitu 52,93 % sementara itu shut down point (SDP) 29,09%. Discounted cash flow rate (DCFR) mengindikasikan nilai yang menjanjikan yaitu 21,38% di atas 9 % suku bunga bank. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBenzil Alkoholen_US
dc.subjectBenzil Kloridaen_US
dc.subjectNatrium Karbonaten_US
dc.subjectRATBen_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Benzil Alkohol dari Benzil Klorida dan Natrium Karbonat dengan Kapasitas 6.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18521076
dc.Identifier.NIM18521066


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record