| dc.description.abstract | Benzil alkohol merupakan bahan baku intermediet yang digunakan untuk bahan
baku industri komersil, pelarut dan pelapis. Pabrik benzil alkohol dari benzil
klorida, natrium karbonat, dan air dirancang dengan kapasitas 6.000 ton/tahun.
Penempatan pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur, di atas tanah
seluas 19.600 m2
dengan jumlah karyawan sebanyak 172 orang. Benzil alkohol
dibuat dengan mereaksikan benzil klorida dengan natrium karbonat di dalam
(RATB) reaktor alir tangki berpengaduk yang dikondisikan isotermal dengan
tekanan reaksi 2 atm pada suhu 130oC dengan konversi 95%. Kemudian hasil dari
reaktor dimasukkan ke dalam dekanter dengan kondisi suhu 40oC dan tekanan 2
atm untuk memisahkan fase berat berupa natrium klorida, natrium karbonat, air,
benzil alkohol dan toluena. Fase ringan berupa benzil alkohol, benzil klorida,
toluena, dan air. Fase berat dekanter diumpankan menuju kation anion exchanger
untuk mengoptimalkan pemisahan benzil alkohol yang masih terlarut dalam air.
Fase ringan dari decanter diumpankan menuju menara distilasi dengan suhu
196,624oC. Hasil atas menara distilasi akan diumpankan menuju unit pengolahan
lanjut. Produk berupa benzil alkohol keluar pada hasil bawah menara distilasi
dengan kemurnian 99,7% yang selanjutnya disimpan pada tangki penyimpan.
Pabrik benzil alkohol ini membutuhkan bahan baku benzil klorida diperoleh dari
Shandong Liaocheng Luxi Chemical Sale Co. Ltd, China sebanyak 8.230 ton/tahun,
dan natrium karbonat diperoleh dari Pabrik Aneka Kimia Raya, Surabaya sebanyak
4.154 ton/tahun serta kebutuhan air total keseluruhan sebanyak 110.896 kg/jam
yang diolah dari sungai Bengawan Solo untuk mencapai kapasitas 6.000 ton/tahun.
Untuk menghasilkan tiap ton benzil alkohol dibutuhkan sebanyak 1,3 ton benzil
klorida, natrium karbonat sebanyak 0,6 ton serta air sebanyak 1,3 ton, steam
sebanyak 2,1 ton, listrik sebanyak 200 kWh, serta 0,03 m3
udara tekan. Total energi
listrik yang dibutuhkan untuk produksi dan perumahan adalah 201,44 kWh yang
bersumber dari perusahaan listrik Negara PLN dan energi cadangan internal
generator. Dari hasil perhitungan evaluasi ekonomi perancangan pabrik benzil
alkohol ini diperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp43.707.471.245 dan
keuntungan setelah pajak Rp34.091.827.571. Sebagai tambahan, persentase return
on investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25,66%. Sedangkan ROI setelah pajak
20,01 %. Payout time (POT) pabrik sebelum pajak dibebankan adalah 2,8 tahun dan
POT setelah pajak adalah 3,3 tahun. Break even point (BEP) menunujukkan angka
yang juga menarik yaitu 52,93 % sementara itu shut down point (SDP) 29,09%.
Discounted cash flow rate (DCFR) mengindikasikan nilai yang menjanjikan yaitu
21,38% di atas 9 % suku bunga bank. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat
disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan. | en_US |