| dc.description.abstract | Latar belakang: Telemedicine telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk
berbagai masalah kesehatan. Sebagai profesional kesehatan, apoteker memiliki
peran dalam konseling pengobatan dan manajemen penyakit kronis yang dapat
dengan mudah dilakukan dari jarak jauh melalui platform telemedicine. Sehingga
persepsi dan sikap apoteker diperlukan untuk keberlangsungan pelayanan
kesehatan melalui telemedicine.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi dan sikap
apoteker tentang telemedicine, serta untuk mengetahui hubungan persepsi dengan
sikap apoteker tentang telemedicine.
Metode: Penelitian ini dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif dengan desain
cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan
menggunakan kuesioner (google form) yang didistribusikan secara online melalui
social media. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahuai gambaran
deskriptif setiap variabel dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk
menganalisis hubungan persepsi dan sikap. Analisis dilakukan dengan bantuan
program SPSS.
Hasil: Persepsi apoteker tentang telemedicine menunjukkan 74 (72,55%)
responden memiliki persepsi yang baik, 27 (26,47%) responden memiliki persepsi
yang cukup baik, dan 1 (0,98%) responden memiliki persepsi kurang baik. Sikap
apoteker tentang telemedicine menunjukkan 62 (60,78%) responden memiliki sikap
yang baik dan 40 (39,22%) responden memiliki sikap yang cuckup baik. Analisis
hubungan persepsi terhadap sikap apoteker didapatkan nilai P-Value yaitu 0,001
(P-Value < 0,05).
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa responden memiliki persepsi dan sikap
yang baik tentang telemedicine, serta terdapat hubungan antara persepsi dengan
sikap responden tentang telemedicine. | en_US |