| dc.description.abstract | Asam asetat merupakan senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi
rasa asam dan aroma pada makanan. Pendirian Asam Asetat dengan kapasitas 30.000
ton/tahun direncanakan akan didirikan di daerah Indramayu, Jawa Barat pada tahun
2029. Proses produksi Asam Asetat menggunakan Reaktor Fixed Bed Multitube pada
kondisi operasi 300°C pada tekanan 5 atm dan menggunakan proses oksidasi n-butana.
Produk keluaran reaktor menghasilkan uap asam asetat dan air. Kemudian gas tersebut
dialirkan pada condenser partial untuk diubah fasenya dari gas menjadi cair yang
selanjutnya dialirkan ke separator untuk dipisahkan antara produk (cair) dengan bahan
baku (gas) untuk di recycle. Kemudian hasil bawah dari separator dialirkan ke Menara
Distilasi untuk proses pemisahan dan pemurnian. Pada keluaran atas Menara Distilasi
akan berupa air yang langsung dialirkan ke Unit Pengendalian Limbah. Untuk keluaran
bawah yang berupa asam asetat akan dialirkan ke tangki penyimpanan produk dengan
kemurnian 99%. Untuk produksi asam asetat 30.000 ton/tahun dibutuhkan bahan baku
n-butana sebanyak 14.700 ton/tahun. Utilitas untuk mendukung proses produksinya
dibutuhkan air pendingin sebanyak 13.178 kg/jam, kebutuhan air service sebanyak 583
kg/jam, dan air steam sebanyak 8.146 kg/jam. Untuk kebutuhan listrik pabrik ini
membutuhkan 567 kW. Dari studi evalusi ekonomi, Keuntungan pabrik sebelum pajak
sebesar Rp 367.946.679.845 per tahun dan setelah pajak sebesar Rp. 275.960.009.883.
Return Of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 66% dan setelah pajak sebesar 49%.
Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 1 tahun dan POT setelah pajak selama 1
tahun. Syarat POT. Break Even Point (BEP) pada pabrik Asam Asetat sebesar 40%.
Untuk nilai Shut Down Point (SDP) didapatkan sebesar 33%. Discounted Cash Flow
Rate (DCFR) pada pabrik asam asetat sebesar 10%. | en_US |