Analisis Manajemen Risiko Konstruksi pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasar Konsep ISO 31000:2018 (Studi Kasus Proyek Pembangunan Bendungan Bener Paket 3 Kabupaten Purworejo)
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini
menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program
pemerintah dalam pembangunan infrastruktur adalah program Proyek Strategis Nasional (PSN)
yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya adalah proyek bendungan. Proyek bendungan
merupakan salah satu proyek dengan tingkat risiko yang tinggi, sehingga unsur yang terlibat dalam
proyek harus menerapkan manajemen risiko yang baik agar proyek berjalan secara tepat mutu,
waktu, biaya, dan zero accident. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko dan respon
risiko dari sudut pandang pengguna jasa dan penyedia jasa
Penelitian ini dilakukan di proyek Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo
pada pekerjaan Paket 3. Penelitian ini dilakukan dengan konsep ISO 31000:2018 yang
mengidentifikasi risiko dari sudut pandang pengguna jasa (owner) dan penyedia jasa (kontraktor)
berdasarkan kemungkinan kejadian risiko dan dampak risiko. Hasil identifikasi risiko akan
divalidasi oleh masing-masing pihak dan akan dilakukan penilaian oleh responden yang terlibat
langsung dengan pelaksanaan pekerjaan. Hasil penilaian risiko akan dianalisis menggunakan
matriks risiko. Respon risiko dari masing-masing pihak akan dilakukan dengan wawancara
berdasarkan tiap variabel risiko.
Penelitian ini menghasilkan 11 variabel risiko dari sudut pandang pengguna jasa (owner) dan
21 variabel risiko dari sudut pandang penyedia jasa (kontraktor). Hasil penilaian risiko dari pihak
pengguna jasa didapatkan risiko dengan kategori high risk sebanyak 8 risiko, kategori medium risk
sebanyak 3 risiko. Sedangkan pihak penyedia jasa didapatkan risiko dengan kategori high risk
sebanyak 18 risiko, kategori medium risk sebanyak 2 risiko, kategori low risk sebanyak 1 risiko.
Respon risiko berdasarkan hasil wawancara didapatkan sebanyak 3 risiko yaitu risk reduction, 1
risiko yaitu risk avoidance, 4 risiko yaitu risk transfer, 2 risiko yaitu risk avoidance-transfer, dan 1
risiko yaitu risk reduction-transfer. Kemudian untuk penyedia jasa adalah 6 risiko yaitu risk
reduction, 7 risiko yaitu risk avoidance, 2 risiko yaitu risk transfer, 3 risiko yaitu risk retention, 2
risiko yaitu risk reduction-transfer, 1 risiko avoidance-transfer.
