Show simple item record

dc.contributor.authorHibatullah, Daffa Shidqi
dc.contributor.authorG, Muhammad Figo Ahadil
dc.date.accessioned2024-12-05T03:16:07Z
dc.date.available2024-12-05T03:16:07Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53885
dc.description.abstractBioetanol merupakan sumber energi terbarukan yang bisa ditemukan dengan alami. Penggunaan energi terbarukan ini bisa menjadi sebuah solusi yang relevan terhadap aspek ramah lingungan dengan mengurangi ketergantungan pada energi bahan bakar minyak. Bioetanol terbentuk dari bahan yang memiliki selulosa dan dilakukan proses fermentasi. Produksi bioetanol bergantung pada dengan sumber daya yang ada dan di negara Indonesia ini memiliki potensi sumber daya yang sangat melimpah. Tanaman yang mengandung selulosa dapat ditemukan pada limbah – limbah hasil perindustrian seperti pada limbah pada pabrik gula yaitu bagasse tebu. Indonesia merupakan salah satu penghasil gula terbesar di Asia Tenggara, dengan banyaknya pabrik-pabrik gula di Indonesia, maka banyak pula limbah bagasse tebu yang tidak digunakan. Bagasse tebu memiliki kandungan 41.50% selulosa, hemiselulosa 22.10%, lignin 24.20%, ash 3.70%, arabinan 2.10%, mannan 0.47%, dan galactan 2.11% yang mana dengan komposisi tersebut dapat dibuat sebagai bahan utama dalam produksi etanol. Dengan hal-hal yang disebutkan dibuat pra rancangan pabrik bioetanol dengan berbahan dasar bagas tebu dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di kota Kediri. Pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses yang akan dilakukan meliputi proses Pre Treatment, Detoksifikasi, Hidrolisis, Fermentasi dan juga proses Distilasi. Berdasarkan analisis ekonomi pabrik ini berisiko rendah dan layak secara ekonomis. Pabrik ini menunjukkn Return on Investment(ROI) sebelum sebesar 21%, dan setelahpajak sebesar 16%, Pay On Time sebelum pajak selama 3,18 tahun dan setelah pajak 3,83 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 54,85 % dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25,36%. Discounted Cash Flow Rate (DCFR) tercatat sebesar 24%. Dari data analisis kelayakan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan juga layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBioetanolen_US
dc.subjectBagasse Tebuen_US
dc.subjectFermentasien_US
dc.subjectHidrolisisen_US
dc.subjectSelulosaen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Bioetanol dari Bagasse Tebu dengan Kapasitas 20.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521066
dc.Identifier.NIM20521239


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record