Pra Rancangan Pabrik Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit dan Metanol dengan Kapasitas 100.000 Ton/tahun
View/ Open
Date
2024Author
Cemerlang, Arum Intan
Azizah, Iin Anggraini Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diproduksi dari
berbagai sumber minyak nabati, termasuk minyak kelapa sawit. Prarancangan ini bertujuan
untuk mengevaluasi potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan biodiesel,
meningkatkan produk biodiesel, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak
bumi, serta mengkaji proses esterifikasi dan proses transesterifikasi yang digunakan dalam
produksi biodiesel yang layak dibangun. Tugas akhir ini membahas prarancangan pabrik
biodiesel dari minyak kelapa sawit dan metanol dengan kapasitas 100.000 ton/tahun dengan
waktu operasi 330 hari/ tahun selama 24 jam/hari dengan jumlah karyawan sebanyak 150 orang
. Pabrik ini direncanakan dibangun di provinsi Riau, Kabupaten Siak, Kecematan Siak dengan
luas tanah 14.000 m2 dan luas bangunan yang digunakan 13.248 m2
. Bahan baku yang
digunakan adalah minyak kelapa sawit sebesar 12.626 kg/jam dan metanol sebanyak 5.593
kg/jam. Proses pembuatan biodiesel terdiri dari 4 tahap yaitu esterifikasi, transesterifikasi,
pencucian, dan distilasi. Tahap pertama merupakan proses yang melibatkan reaksi esterifikasi,
yaitu dengan melibatkan katalis H2SO4. Katalis ini akan menurunkan kadar asam lemak yang
tidak diinginkan. Tahap kedua dilakukan merupakan proses yang melibatkan reaksi
transesterifikasi, yaitu dengan katalis NaOH. Katalis ini akan merubah asam lemak menjadi
biodiesel. Tahap ketiga pada masing-masing reaksi akan dilakukan pencucian yang bertujuan
untuk menghilangkan kontaminasi. Tahap keempat adalah proses distilasi dimana
dilakukannya pemisahan antara biodisel dengan zat yang tidak diinginkan. Hasil menunjukkan
bahwa minyak kelapa sawit memiliki potensi tinggi sebagai sumber biodiesel karena
ketersediaannya yang melimpah dan sifatnya yang dapat diperbarui . Analisi resiko
menunjukkan bahwa pabrik biodiesel berdasarkan kondisi operasi, sifat-sifat bahan baku dan
produk tergolong beresiko rendah. Evaluasi ekonomi menunjukkan tingkat pengembalian
investasi (ROI) sebesar 40,68% sebelum pajak dan 30,51% setelah pajak, serta Pay Out Time
(POT) sebelum pajak sebesar 2 tahun dan setelah pajak 2,5 tahun. Break Even Point (BEP)
sebesar 47,69% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 31,90%. Discounted Cash Flow Rate
(DCFR) tercatat sebesar 31,27 %. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa pabrik ini layak
untuk didirikan.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
