Perancangan Kembali Pasar Rawalo di Banyumas Jawa Tengah Sebagai Pasar Rakyat dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme
Abstract
Pasar tradisional yang berlokasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikenal
sebagai Pasar Rawalo, didirikan sejak tahun 1976. Pasar tradisional Rawalo berfungsi sebagai
salah satu pusat ekonomi bagi penduduk di wilayah Kabupaten Banyumas. Akan tetapi, seiring
berjalannya waktu Pasar Rawalo mempunyai berbagai macam isu yang menyebabkan banyak
pedagang yang beralih ke pasar yang lebih memadai di daerah kota. Banyak sarana dan
prasarana yang tidak sesuai ketentuan guna mewadahi aktivitas jual beli. Selain itu, terdapat
problematika arsitektur terkait dengan ruang dan pola sirkulasi yang tidak sesuai, serta
permasalahan klasik seperti keberadaan sampah yang tidak teroganisir dengan baik, aroma
tidak sedap, dan ketidakteraturan tata ruang yang menyebabkan tidak efektifnya bangunan
dalam mengakomodir seluruh aktivitas perdagangan di dalam bangunan dan sirkulasi yang
mempengaruhi kenyamanan gerak pedagang maupun pembeli. Adapun aspek lainnya yang
menjadi pertimbangan terkait RPJMD Kabupaten Banyumas tahun 2018-2023 yang
menjelaskan bahwa masih rendahnya pelestarian terhadap budaya lokal, adat, tradisi, dan seni
yang menyebabkan terjadinya degradasi budaya lokal sehingga ruh kelokalan dari Pasar
Rawalo perlu dilestarikan. Perancangan kembali bangunan Pasar Rawalo merupakan suatu
tanggapan dari keadaan pasar guna menjawab isu-isu yang terjadi. Dalam perencanaannya,
Pasar Rawalo menyesuaikan dengan SNI pasar rakyat dan menerapkan konsep arsitektur
regionalisme yang diharapkan mampu memaksimalkan pemanfaatan ruang pada pasar serta
mewujudkan ciri khas citra pasar tradisional Jawa Tengah. Pendekatan Arsitektur Regionalisme
diterapkan guna menjadi penghubung antara masa lampau dengan masa kini dengan tujuan
agar makna karakteristik lokal bisa berkolaborasi dengan bentuk yang disesuaikan dengan
masa kini yang dalam masa perkembangan, sehingga dapat menciptakan suatu atensi
masyarakat terutama masyarakat di daerah Kabupaten Banyumas untuk lebih menjunjung
kebudayaan Jawa Tengah.
Collections
- Architecture [3989]
