Perancangan Pusat Pelayanan Autisme Anak dan Remaja di Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku
Abstract
Jumlah penyandang autis diprediksikan akan terus meningkat seiring gaya hidup dan lingkungan
yang tidak lagi sehat. Tidak seperti di luar negeri, kebanyakan orang tua di Indonesia malu
memiliki anak autis. Hal ini menyebabkan sulitnya melakukan pendataan, sehingga jumlah
penyandang autis belum pasti sampai sekarang. Namun diperkirakan peningkatan jumlah
penderita autisme di Yogyakarta dari tahun ke tahun semakin bertambah dilihat dari pendataan
pada penambahan siswa disekolah-sekolah khusus autis di Yogyakarta. Bertambahnya
jumlah autisme tersebut tidak disertai dengan adanya penambahan fasilitas pelayanan dan
juga fasilitas pendidikan untuk autisme. Kapasitas yang kurang memadahi dikarenakan
bertambahnya jumlah penderita menyebabkan minimnya layanan khusus autisme di Yogyakarta
Permasalahan tidak tersebarnya fasilitas khusus autisme di Yogyakarta menjadi perhatian saat
ini. Jika dilihat juga titik persebaran pusat layanan autis dan sekolah khusus autis di DIY juga
tidak merata seperti pada Kabupaten Bantul dan sekitarnya yang di daerahnya sendiri tidak
terdapat layanan autis satupun sehingga akan menyulitkan anak penderita autis di daerah dan
sekitar daerah tersebut untuk mendapatkan penanganan.Oleh karena itu perlunya fasilitas
pelayanan untuk anak autisme khususnya di daerah Bantul yang akan mewadahi fungsi terapi dan
pendidikan Informal yang juga memberikan fasilitas terapi baru yang belum ada sebelumnya.
Dari permasalahan tersebut, Penulis mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan
cara menerapkan Pendekatan Behavioral Architecture atau Pendekatan Perilaku yakni pendekatan
yang berfokus pada karakteristik dan kecenderungan tiap individu autisme yang nantinya dari
pendekatan perilaku tersebut akan diterapkan pada desain berupa tata ruang, fungsi, bentuk,
ruang luar dan lain sebagainya. Sehingga diharapkan akan memberikan respon positif dan
berdampak pada penyembuhan penderita autisme supaya mereka dapat kembali berinteraksi
dengan baik lagi di masyarakat.
Collections
- Architecture [4119]
