• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Penggunaan Antibiotik Menggunakan Klasifikasi Aware Pada Kasus Bedah Urologi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Pada Tahun 2023

    Thumbnail
    View/Open
    20613047.pdf (1.117Mb)
    Date
    2024
    Author
    Nadilah, Oktri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Prosedur bedah urologi sering kali menimbulkan risiko infeksi pasca operasi, seperti infeksi saluran kemih (UTI) dan infeksi luka bedah (SSI). Tingginya angka kasus infeksi pasca prosedur bedah urologi telah menyebabkan perlunya pemberian terapi antibiotik empiris pasca operasi. Hal ini meningkatkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Dalam mengatasi masalah ini, kementerian kesehatan merilis panduan penatagunaan antimikroba berdasarkan klasifikasi WHO AWaRe untuk memastikan penggunaan antibiotik secara rasional. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada kasus bedah urologi berdasarkan klasifikasi WHO AWaRe dan mengetahui ketepatan tatalaksana penggunaan antibiotik pada kasus bedah urologi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian potong lintang dan pengambilan data secara retrospektif pada pasien bedah urologi yang menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2023. Hasil: Penelitian ini melibatkan 333 pasien dengan 5 antibiotik yang digunakan selama tahun 2023. Diantaranya adalah seftriakson (91%), sefotaksim (6%), seftazidime (1%), levofloksasin (1%), dan ampisilin (1%). Persentase penggunaan kelompok Access (20%), Watch (80%), dan Reserve (0%). Ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien bedah urologi di RS PKU Muhammadiyah Gamping tahun 2023 sebesar 95%. Kesimpulan: Penggunaan terapi antibiotik empiris pasca operasi pada bedah urologi dengan tingkat peresepan tertinggi adalah antibiotik seftriakson dengan kategori klasifikasi AWaRe tertinggi pada kelompok Watch. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan khusus oleh tenaga kesehatan terhadap penggunaan antibiotik golongan "Watch" untuk meminimalkan risiko resistensi bakteri.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53849
    Collections
    • Pharmacy [1909]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV