| dc.description.abstract | Latar belakang : Berdasarkan data hasil riset, prevalensi stroke meningkat setiap
tahunnya dan membutuhkan biaya cukup besar sehingga mengancam
perekonomian negara.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya perawatan
dengan tarif INA-CBG's pada pasien penyakit stroke iskemik di rawat inap RS
PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.
Metode : Pengambilan data menggunakan metode retrospektif melalui data rekam
medis bulan Januari - Desember 2022 di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Analisis data menggunakan software SPSS. Subjek uji penelitian, pasien stroke
iskemik rawat inap kode INA-CBG's G-4-14-I, G-4-14-II dan G-4-14-III. Total
subjek uji pada kriteria inklusi 114 pasien.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan gambaran jenis obat paling banyak digunakan
yakni clopidogrel (39%). Terdapat selisih biaya riil dengan tarif INA-CBG's. Kelas
1 selisih keparahan 1 dan 2 sebesar, Rp. 79.180.602 dan Rp. 100.435.902. Kelas 2
selisih keparahan 1 dan 2 dengan biaya sebesar Rp. 39.553.847 dan Rp. 59.026.698.
Kelas 3 selisih keparahan 1 dan 2 yaitu, Rp. 136.035.757 dan Rp. 141.042.657 dan
keparahan 3 Rp. 97.535.515.
Kesimpulan : Terdapat 3 luaran klinis kelemahan anggota gerak, perubahan
kesimetrisan wajah dan kemampuan berbicara. Terdapat perbedaan biaya
perawatan kelas 1 kode G-4-14 dan G-4-14-II, kelas 2 kode G-4-14 dan G-4-14-II,
kelas 3 kode G-4-14, G-4-14-II dan G-4-14-II. | en_US |